NOS, Band Indie Jogja Dengan Konsep Instrumental Meluncurkan Album Baru Bertajuk ELANVITAL

 

Compusiciannews.com -Komunitas- Mengusung musik instrumental dalam balutan perpaduan antara musik tradisional dan musik modern, NOS kian mantap berkarya dalam musik dengan mengeluarkan album perdana mereka bertajuk ELANVITAL. Meski scene musik instrumental peminatnya lebih sedikit dibanding musik ber'lirik', NOS tetap percaya diri dengan musik mereka.

NOS adalah sebuah band indie yang berkarya di Jogja dengan semua personelnya berdarah Batak. Band ini sudah berdiri sejak 2012 atas gagasan Ucok Hutabarat. Setelah hampir 3 tahun berkarya, sekarang ini NOS mantap dengan 7 personel mereka yaitu Ucok Hutabarat (Violin), Markus Sirait (Saxophone, Instrumen Tradisional), Erwin Sianturi (Bass), Jacky Sembiring (Gitar, Instrumen Tradisional), Andre Tarigan (Gitar), Echo Sirait (Piano & Synth), dan Yosef Tarigan (Drum & Percussion). 

NOS mengemas musik mereka secara apik dengan menghadirkan idiom-idiom Nusantara menjadi komposisi yang unik dalam musik mereka. Melalui musik mereka NOS secara khusus ingin membawa pesan kesatuan dengan cara memasukan berbagai nuansa etnik dari berbagai etnis Nusantara kedalam musik mereka. Mereka ingin membawa pesan bahwa Indonesia ini memiliki budaya yang sangat kaya, dan itu bisa sangat harmonis jika saling berdampingan.

Album ELANVITAL milik NOS sendiri berisi 6 lagu. Masing-masing lagu ini memiliki pesan-pesan tersendiri, tapi terbangun satu jalinan yang saling terkait yang menggambarkan proses kebangkitan seseorang dari keterpurukan, dan inilah arti dari ELANVITAL. Berisi 6 track yaitu, Sound Of Nature, Naluri, Love Of Borneo, Basaroh, Equilibrio, dan Elanvital, para pendengar akan dibawa menyusuri dimensi lain.

Peluncuran album ELANVITAL ini terbentuk dalam beberapa rangkaian acara. Pra launching yang pertama dilakukan di Asrama Art & Coffe Shop pada 21 Maret. Pra launching yang kedua diadakan di Warung Ngopi Bjong pada 31 Maret. Dan 'gong' dari rangkaian acara ini adalah launching album ELANVITAL di FIP-LIP Yogyakarta pada 15 April.

Dalam setiap rangkaian acara ini, NOS juga melakukan penggalangan buku. Penggalangan buku ini kemudian akan disalurkan melalui Yayasan Alusi Tao Toba untuk mendukung program mereka yaitu #TaoTobaMembaca.

Dalam launching album mereka, NOS tidak tampil sendirian. Mereka mengajak beberapa seniman muda yang berkarya di Yogyakarta untukmendukung pertunjukan mereka. Para seniman ini diantaranya, Uyau Moris, Felix Ivan Thambunesia, Gregorius Argo, Sanggar Pakat Dayak Univ Sanata Dharma, Nasyawa Avrillia Azzahra, Team Musik GKPS Yogyakarta, Gaukang (Makasar), BBAC String Quartet, dan Mario Pardede. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *