Pandora Jadi Platform Distreaming Terbanyak di Tahun 2016

 

Compusiciannews.com -Isu Terkini- Akhir-akhir ini Pandora memang sedang melewati masa-masa sukar. Selain meluncurkan alternative yang lebih murah ketimbang Spotify, perusahaan menjual beberapa sahamnya. Perusahaan dilaporkan juga menolah penawaran akuisisi dari SiriusXM. Selain itu, harga saham perusahaan sekarang ini ada di angka US% 1.29, lebih rendah daripada US$14.01 pada bulan Desember lalu. namun perusahaan menerima kabar baik terkait kinerjanya sepanjang 2016 lalu.

Sekali lagi, Pandora menjadi layanan musik paling banyak distreaming dengan mengalahkan YouTube yang ada di posisi kedua. Meskipun memiliki 40 juta pengguna berbayar, Spotify berada diposisi ketiga. 3 posisi ini semuanya digabung antara pengguna berbayar dan fremium.

MusicWatch sebagai pihak yang menganalisa mengemukakan hasil statistik ini berdasarkan konsumer bulanan yang juga melibatkan pihak ketiga. Hasilnya kemudian dihasilkan dan digambarkan ke internet dengan menggunakan populasi bersarkan umur dari usia 13 sampai yang lebih tua. 3 besar layanan ini mencakup 72% dari waktu streaming musik. Di tahun 2016, dalam waktu mingguan, musik didengarkan lebih dari 21 jam.

Apple Music yang sudah menggabungkan dengan Beats 1, hanya memperoleh 4% saja sedangkan untuk layanan berbayar Spotify memperoleh 7%. Amazon Unlimited sama dengan Apple Music, yaitu sebesar 4%%. Dari semuanya, para konsumer lebih memilih mendengarkan musik dari sumber yang terdedikasi dan layanan video musik yang terhitung sebesar 28% digabung dengan semua saham.

Akhir-akhir ini Pandora memang sedang melewati masa-masa sukar. Selain meluncurkan alternative yang lebih murah ketimbang Spotify, perusahaan menjual beberapa sahamnya. Perusahaan dilaporkan juga menolah penawaran akuisisi dari SiriusXM. Selain itu, harga saham perusahaan sekarang ini ada di angka US% 1.29, lebih rendah daripada US$14.01 pada bulan Desember lalu. namun perusahaan menerima kabar baik terkait kinerjanya sepanjang 2016 lalu.

Sekali lagi, Pandora menjadi layanan musik paling banyak distreaming dengan mengalahkan YouTube yang ada di posisi kedua. Meskipun memiliki 40 juta pengguna berbayar, Spotify berada diposisi ketiga. 3 posisi ini semuanya digabung antara pengguna berbayar dan fremium.

MusicWatch sebagai pihak yang menganalisa mengemukakan hasil statistik ini berdasarkan konsumer bulanan yang juga melibatkan pihak ketiga. Hasilnya kemudian dihasilkan dan digambarkan ke internet dengan menggunakan populasi bersarkan umur dari usia 13 sampai yang lebih tua. 3 besar layanan ini mencakup 72% dari waktu streaming musik. Di tahun 2016, dalam waktu mingguan, musik didengarkan lebih dari 21 jam.

Apple Music yang sudah menggabungkan dengan Beats 1, hanya memperoleh 4% saja sedangkan untuk layanan berbayar Spotify memperoleh 7%. Amazon Unlimited sama dengan Apple Music, yaitu sebesar 4%%. Dari semuanya, para konsumer lebih memilih mendengarkan musik dari sumber yang terdedikasi dan layanan video musik yang terhitung sebesar 28% digabung dengan semua saham.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *