Rayakan Imlek, Kelurahan Sudiroprajan dan Klenteng Tien Kok Sie Gelar Grebeg Sudiro

 

Compusiciannews.com -Sosial Budaya- Tidak terasa perayaan tahun baru Imlek kembali hadir di tahun 2018 ini. Bagi masyarakat Thiong Hoa, 2018 diyakini sebagai Tahun Anjing dan seperti pada perayaan Imlek setiap tahunnya, masyarakat Thiong Hoa selalu menyambutnya dengan penuh antusias

Selama lebih dari 1 dekade, masyarakat Thiong Hoa di Indonesia yang berjumlah sekitar 7,6 juta tersebar di seluruh Nusantara (menurut World Economy Forum, merupakan populasi Tionghoa terbesar di berbagai negara di luar negara asalnya, Tiongkok)  atau secara presentase ada sekitar 3% dari total keseluruhan populasi Indonesia, telah merayakan Imlek dengan bebas dan ini merupakan bagian dari perayaan keberagaman NKRI.

Solo sebagai kota keberagaman budaya, seperti biasanya menggelar pagelaran terkait dengan perayaan Tahun Baru Imlek. Dalam hal ini pihak Kelurahan Sudioprajan bekerjasama dengan Klenteng Tien Kok Sie Pasar Gede Solo menggelar berbagai acara untuk meramaikan Tahun Baru Imlek.

Dengan mengambil tema Melestarikan Budaya Bangsa Untuk Merajut Kebhinekaan,” rangkaian acara Imlek yang dikenal juga dengan nama Grebeg Sudiro ini akan diadakan selama 10 hari, mulai dari tanggal 5-15 Februari 2018. Adapun rangkaian acara yang akan dibuat, yaitu:

  1. Lomba Dayung Kalipepe (5-10 Februari) dimana lomba ini merebutkan piala walikota. Lomba diadakan pada siang hari dari jam 13.00-17.00 WIB kemudian dilanjut dengan wisata kapal hias yang juga diadakan di Kalipepe dimana masyarakat dapat menikmati keindahan Kalipepe di malam hari dengan menggunakan kappal hias dan masyarakat hanya dipungut biaya karcis sebesar Rp. 10.000,00
  2. Doa bersama Umbul Mantrap (08 Februari) yang akan dilakukan di Kelurahan Sudiroprajan dan dalam acara doa bersama ini akan melibatkan semua kelompok dari berbagai kepercayaan. Acara doa bersama diadakan jam 19.00 – 23.00 WIB. Dalam acara ini nanti juga akan disuguhkan pagelaran wayang beber dan cokek
  3. Kirab Budaya dan pentas seni, digelar di depan Klenteng Pasar Tien Kok Sie Pasar Gede (11/02) yang di tahun sebelumnya sudah pernah dilakukan dan akan diramaikan dengan festival kuliner di sepanjang area Sudiroprajan dan acara nanti akan dibuka oleh Walikota Solo
  4. Penutupan Grebeg Sudiro jam 19.00-00.00 WIB, acara penutupan akan diramaikan dengan gelaran musik dimana salah satunya ada penampilan drummers dari sekolah drum Gilang Ramadhan dan dikarenakan tidak ada kembang api saat pergantian tahun, pihak acara sedang merundingkan pengganti kembang api.

Daliman, salah satu staff Kelurahan Sudiroprajan dalam konferensi pers yang digelar di Pendopo Sudiroprajan (01/02) mengatakan bahwa setiap  acara memiliki tujuan masing-masing, seperti acara Lomba Dayung dan Wisata Kapal hias di Kalipepe dimana tujuannya adalah untuk memberikan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan sungai sehingga bisa menjadi space yang menarik. Selain  itu dalam acara Kirab Budaya juga akan digelar Karnaval budaya yang nantinya akan ditentukan pemenangnya.

Acara Grebeg Sudiro ini diketuai oleh Bp Bul Hatomo yang berkolabroasi dengan Henri Susanto selaku pengurus Klenteng Tien Kok Sie

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *