Jumat, 19 Juli 2019

Music Technology Lifestyle

10 Film Biopik Indonesia Ini Memang Layak Anda Tonton

Penulis :
Senin, 11/04/2016 12.00.00 | Dibaca: 1312




10 Film Biopik Indonesia Ini Memang Layak Anda Tonton

https://pandasurya.wordpress.com


Compusiciannews.com - Film - Film biopic merupakan film yang didasarkan pada biografi seorang tokoh, entah itu mengambil satu momen dari perjalanan hidupnya atau justru berusaha merangkum keseluruhannya. Berikut ini adalah 10 film biopic Indonesia yang layak Anda tonton.

Cahaya dari Timur : Beta Maluku (2014)

Film yang dibuat berdasarkan dari kisah nyata Sani Tawainella ini diperankan oleh Chicco Jerikho. Film ini menceritakan tentan Sani Tawainella yang ingin menyelamatkan anak-anak di kampungnya dari konflik agama Ambon lewat sepakbola.

Jenderal Soedirman (2015)

Film ini secara khusus berkonsentrasi pada perjalanan perang gerilya Jendral Soedirman bersama pasukannya. Sutradara Viva Westi cermat memilih untuk mengangkat saat-saat yang memperlihatkan kelihaian Soedirman memilih dan menjalankan taktik berperang melawan Belanda.

Sokola Rimba (2013)

Film Sokola Rimba adalah adaptasi dari memoar Butet Manurung tentang sepak terjangnya menjadi guru di suku pedalaman Jambi. Selain berbicara soal pentingnya kehadiran guru bagi anak-anak di pedalaman, Sokola Rimba juga menyinggung eksploitasi lingkungan—bahkan menjadikannya salah satu penyebab utama diperlukannya pendidikan.

Habibie dan Ainun (2012)

Film ini dengan cermat memotret perjalanan seorang mantan Presiden Indonesia yang menjaga kekasihnya dalam keadaan tersulit sekalipun sampai maut memisahkan. Kisah cinta yang sangat inspiratif dan pantas dikenang.

Sang Kiai (2013)

Film Sang Kiai berfokus pada pendiri Nahdlatul Ulama Kyai Haji Mohammad Hasyim Asy’ari di masa pendudukan Jepang, film arahan Rako Prijanto ini menyerupai film biopik yang dikemas dengan gaya film perang. Kisah kepahlawanannya menggerakkan umat Islam melawan penjajah jadi poin penting dalam film ini.

Sang Pencerah (2010)

Sosok K.H. Ahmad Dahlan dan pendirian Muhammadiyah dituturkan ulang dalam film yang disutradarai  Hanung Bramantyo ini. Film ini menceritakan bagaimana Islam di Indonesia bergeser dari yang tak terdidik dan mempercayai takhayul kemudian memasuki era pengetahuan lewat penyebaran ilmu yang lebih sahih.

Guru Bangsa: Tjokroaminoto (2015)

Film ini berkisah tentang Tjokroaminoto yang berperang penting dalam meletakan dasar pemikiran bagi para tokoh di Indonesia, di antaranya Soekarno. Ia pula yang bercita-cita akan sebuah negara yang merdeka dari cengkeraman asing, sesuatu yang tak pernah ia saksikan sendiri semasa ia hidup.

Gie (2005)

Indonesia dibangun oleh aktivisme para idealis, kadang hal ini terlupakan karena keberadaan para pemikir ini disingkirkan dalam catatan sejarah Indonesia. Soe Hok Gie adalah salah seorang anak muda yang merasa bahwa ada yang salah dengan negerinya, dan dengan keras kepala berusaha memperbaikinya dengan berani.

R.A. Kartini (1982)

Emansipasi perempuan yang kini semakin ramai dibicarakan dan diperjuangkan menjadi alasan kuat mengapa film tentang feminis utama Indonesia ini layak kembali diangkat ke permukaan.  R.A. Kartini diceritakan sebagai sosok pahlawan yang teguh, di mana menurut film ini sikap dan pemikiran progresifnya dipicu dari keluh-kesah sang ayah yang menyesali ketiadaan pejuang kemerdekaan di Jawa.

Tjoet Nja’ Dhien (1988)

Nyaris tiga puluh tahun setelah pertama kali dirilis, kisah perjuangan seorang perempuan Aceh dalam menghadapi tentara Belanda ini masih cemerlang sekaligus getir. Pengaruhnya terasa dalam film-film biopik Indonesia yang muncul setelahnya sampai saat ini, walau belum ada yang bisa menyamai kualitas film Tjoet Nja’ Dhien.

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda