Sabtu, 20 April 2019

Music Technology Lifestyle

3 Jenis Headphone Yang Aman Bagi Kesehatan

Penulis :
Senin, 09/02/2015 08.00.41 | Dibaca: 2896




3 Jenis Headphone Yang Aman Bagi Kesehatan

compusiciannews


Compusiciannews.com -Gadget- Mendengarkan lagu sepanjang hari dengan headphone dapat beresiko pada gangguan pendengaran pada telinga. Level volume suara yang bisa mencapai 110 desibel data merusak bagian syaraf telinga yang membawa sinyal elektrik ke otak anda, hasil stusi ini diperoleh dari National Academy of Science.

Tapi terdapat beberapa jenis headphone yang aman digunakan untuk pengguna tanpa ada efek yang menyakitkan, berikut ini 3 jenis headphone yang aman dan tidak merusak gendang telinga anda dan dapat anda pakai untuk bersantai atau menemani waktu tidur anda;

  1. Bagi anda yang tidak suka menggunakan Ear Bud atau bantalan telinga, AfterShokz memungkinkan anda untuk dapat memikmati lagu karena headphone ini tidak masuk ke telinga anda. Selain itu, posisi transmitter berada dibawah daun telinga yang akan mengirimkan suara dengan menggetarkan tulang disekitar telinga anda. Fun Fact: teknologi yang ada sama dengan yang ada dalam headset operasi khusus yang umum dipakai dalam militer dimana para pasukan militer ini menggunakan headset ini untuk mendeteksi hal-hal disekitarnya.

 

  1. Jika anda adalah seorang traveler, Audio-Tecnica ATH-ANC7b peredam bising akan melindungi telinga anda dari suara-suara sekitar sehingga anda dapat mendengarkan musik anda pada level normal selain harus berjuang menghidari suara bisising dari kendaran atau lain-lain disekitar. Kelebihan lainnya: headphone ini memiliki bantalan dibagian belakang sehingga pengguna dapat mendengarkan lagu sambil tiduran selagi perjalanan masih panjang.

 

  1. Jika anda ingin mendengarkan musik dengan volume yang tinggi, Loud Enough Earphone mengurangi volume music player anda hingga 20 desibel sehingga anda tidak perlu kuatir. Dan meskipun anda mengecilkan volume hingga yang paling rendah, otak anda akan memulai menerima suara musik dalam volume yang normal dalam kurun waktu 1 minggu, kata Chatrine Palmer, Ph.D, direktur audiologi di Pitsburg University jurusan Jurusan Kesehatan Mata dan Telinga.

 

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda