Kamis, 18 Juli 2019

Music Technology Lifestyle

3 Srikandi: Tentang Perjuangan Menjadi Atlet Panahan dan Konflik Cinta di Baliknya

Penulis :
Senin, 08/08/2016 11.03.25 | Dibaca: 1334




3 Srikandi: Tentang Perjuangan Menjadi Atlet Panahan dan Konflik Cinta di Baliknya

http://id.bookmyshow.com/


Compusiciannews.com - Film - Film 3 Srikandi merupakan film biografi yang mengisahkan drama tentang kisah nyata 3 perempuan atlet cabang panahan yang berhasil meraih medali perak di Olimpiade. Sosok tiga srikandi ini diperankan oleh artis-artis yang sedang populer saat ini yakni Chelsea Islan (memerankan Lilies), Tara Basro (memerankan Kusuma) dan Bunga Citra Lestari (memerankan Nurfitiyana). Sosok Nurfitriyana sebenarnya akan diperankan oleh Dian Sastro, namun atas satu dan lain hal, akhirnya Bunga Citra Lestari yang didapuk memerankan atlet paling senior di antara 2 srikandi lainnya. Film ini diproduseri oleh Raam Punjabi dan disutradarai oleh Iman Brotoseno.  

Film 3 Srikandi mengambil latar tahun 1988, ketika Indonesia sedang mempersiapkan diri menghadapi olimpiade di Seoul pada musim panas ke-24. Cerita dimulai ketika Indonesia kehilangan pelatih yang berkualitas, yang dapat membimbing atlet-atlet panahan muda mencapai kemenangan. Satu-satunya yang bisa diandalkan adalah Robin Hood Indonesia, Doland Pandiangan (diperankan Reza Rahardian).   

Maka, pengurus persatuan panahan, Pak Udi (Donny Damara) pun mencari Doland Pandiangan dan membujuknya untuk kembali melatih. Donald yang sakit hari karena dulu pada tahun 1980, saat ia hendak mengikuti olimpiade Moskow, karena alasan politis, keberangkatannya dibatalkan. Pak Udi pun membujuk Donald yang sungguh-sungguh. Maka, Donald pun luluh atas bujukan laki-laki itu.

Selain pelatih, kebingungan juga dirasakan pada saat mencari atlet yang akan mewakili Indonesia. Maka, setelah melalui berbagai pertimbangan, dipilih juga tiga orang srikandi yang dianggap mumpuni untuk mewakili Indonesia di ajang bergengsi internasional tersebut. Tiga atlet ini Lilies, Kusuma Wardhani dan Nurfitriyana yang terpilih.

Kisah terus berlanjut. Keempat tokoh, pelatih dan tiga orang perempuan itu pun disatukan di dalam latihan-latihan yang seperti tidak ada henti. Banyak gesekan yang terjadi. Ketiga srikandi memiliki masalah pribadi masing-masing. Nurfitriyana menghadapi masalah restu orang tua di mana ayahnya tidak mendukungnya sebagai atlet. Ayahnya ingin dia fokus pada dunia akademis yang dinilai lebih penting. Kusuma atau yang dipanggil Suma juga tidak mendapatkan dukungan penuh dari orang tua karena mereka ingin Suma menjadi PNS yang lebih terjamin kesejahteraannya. Konflik suma juga bertambah, karena ia menyukai mantan atlet yang dimusuhi pelatih Donald Pariangan, Adang Adjiji.

Sementara itu, Lilies diceritakan sebagai orang yang mendapat dukungan penuh dari orang tua karena kedua orang tuanya adalah mantan altet. Konfliknya berupa cinta, di mana lelaki pilihan Lilies yang merupakan atlet silat tidak disetujui oleh orang tuanya. Cerita terus berlanjut, dengan latihan keras yang diberikan Donald yang terkenal galak. Tapi, perjuangan semua tokoh tidak sia-sia. Di perlombaan, dengan kerja sama yang baik, ketiganya berhasil memenangkan medali perak di dunia internasional.  Sorak-sorai penonton, meneriakkan kata “Indonesia” membuat jiwa nasionalisme penonton ikut bangkit. Sutradara film ini mengaku, hanya 70 persen dari film yang ia garap yang berupa fakta. Sisanya adalah fiksi. Tujuannya, tentu untuk mempermanis jalannya cerita. Mengingat proses pencapaian prestasi olahraga dinilai kurang menarik dan seksi untuk menjadi alur cerita tanpa bumbu pemanis di dalamnya.

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda