Senin, 18 Februari 2019

Music Technology Lifestyle

5 Tips Arranger Sukses

Penulis :
Kamis, 17/07/2014 14.20.24 | Dibaca: 6627




5 Tips Arranger Sukses

Kaybromert.com


CompusicianNews.com –Pendidikan- Catatan ini hanyalah sekilas pengalaman pribadi dalam mengamati profesi arranger di tengah jagad permusikan di Indonesia dalam rupa-rupa bentuknya. Arranger adalah profesi yang cukup menantang dan “banyak dipakai” setelah profesi guru dan musisi. Tidak heran, profesi ini juga akan mendatangkan keuntungan yang lumayan, bahkan besar, jika memang pelakunya mampu menghasilkan karya dengan kualitas baik. Pekerjaan aransemen adalah membuat musik menjadi nampak lebih bernilai, anggun, dan berbeda dari aslinya.

Apa saja yang kiranya perlu dipahami sebelum menjadi seorang arranger? Berikut ini beberapa tips yang perlu diperhatikan:

 

1. Perbanyaklah mendengarkan musik, musik apa saja

Seorang arranger tak bisa puas hanya dengan satu jenis musik saja. Oleh sebab itu koleksi “bank” musiknya harus banyak, karena dari berbagai jenis musik yang didengarkan, wawasan seorang arranger akan melimpah, untuk kemudian belajar “mencuri” berbagai idiom musikal dari berbagai jenis musik untuk dijadikan “bumbu penyedap” dalam karya-karyanya. Kita akan dibilang monoton jika hasil olah imajinasi kita hanya itu-itu saja.

2. Pelajari notasi balok

Untuk memperluas segmen pasar (dalam arti yang memainkan karya kita), perlu sekali mempelajari notasi balok. Karena melalui notasi balok, karya kita akan bisa dimainkan pula oleh musisi yang “sekolahan”—dan ini mendominasi jagad industri musik orkestra Tanah Air yang sering muncul di televisi.

3. Imajinasi lebih dari segalanya

Yang paling dibutuhkan untuk menunjang kreativitas adalah imajinasi. Berimajinasilah kapan pun, di mana pun. Imajinasi menuntun kita untuk peka menemukan solusi sebelum terjadi masalah. Dalam dunia kreativitas musik, biasanya para pekerja kreatif terus-menerus membayangkan tematik-tematik atau filler-filler yang bisa dipakai untuk melengkapi body dari hasil karyanya. Namun, yang perlu dicatat, bahwa imajinasi juga tak boleh serampangan. Imajinasi mengandung konsep, yaitu pengelolaan dan daya ingat. Jangan lupa selalu mencatat apa yang terlanjur terlintas di kepala. Musuh kita bersama adalah lupa!

4. Berhubungan baik dengan musisi

Musisi adalah jantung dari karya kita. Kalau kita tidak mampu membina hubungan baik dengan musisi, jangan harap hidup kita sebagai arranger akan bertahan lama. Kita akan dijauhi pelan-pelan oleh mereka. Hubungan baik adalah dengan cara menjaga sikap (attitude), berkomunikasi terbuka, rendah hati, tidak ragu meminta pendapat atau kritik, dan cobalah jaga perasaan mereka agar “selalu simpati dan suka” terhadap kita, dan tentu saja karya-karya kita.

5. Manfaatkan segala kelebihan teknologi sebijak mungkin

Bagaimanapun juga, zaman sekarang menciptakan kemudahan yang membantu para arranger bekerja dengan cepat, efektif, dan efisien—semua karena bantuan teknologi musik yang melimpah ruah. Pergunakanlah teknologi yang ada untuk menunjang kreativitas kita, bukan untuk membuat kita semakin tidak berkembang dan hanya menjadi passive user. Ingat, bahwa komponis besar zaman dulu menghabiskan seribu liter tinta dan berkilo-kilo kertas. Kita sekarang tinggal menghadap layar, copy paste, ambil plug-in yang macam-macam, download gratis berbagai aplikasi, dan seterusnya. Pergunakanlah itu semua dengan tetap bijak. Karya yang orisinal akan jauh dihargai daripada jiplakan!

 

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda