Jumat, 19 April 2019

Music Technology Lifestyle

Auguste, Bocah 3 Tahun Yang Lahir Tuli Dapat Merespon Musik

Penulis :
Kamis, 04/09/2014 10.32.11 | Dibaca: 2694




Auguste, Bocah  3 Tahun Yang Lahir Tuli Dapat Merespon Musik

hscnews.usc.edu620 × 405


CompusicianNews.com –Sains- Anak berumur 3 tahun yang lahir tuli ternyata bereaksi pada musik untuk pertama kalinya. Dalam sebuah home video, Auguste Majkowski mendengarkan musik dengan senyuman diwajahnya dan saat musik itu dimatikan, dia memberi isyarat dengan menggerakan tangan membentuk huruf ‘T’ yang berarti dia ingin mendengarkan musik itu lagi dan dia tiba-tiba meloncat-loncat saat lagu itu diputar lagi.

“Luar biasa,” kata ibu sang anak, Sophie Gareau. Auguste sekarang dapat mendengar berkat alat yang disebut Auditory Brainstem Implant (ABI) atau batang otak implant yang dipasang ke bagian batang otak Auguste lewat operasi pada bulan Mei di Rumah Sakit Anak Los Angeles dan karena alat ini dipakai secara teratur, hasilnya Auguste dapat mulai dapat merespon suara, seperti suara drum dan suara anjing menggonggong tapi tidak setiap saat.

“Saat pertama, momen berharga ini begitu sporadic, bahkan saat Auguste berekasi secara dramatis pada suara baru,” begitu kata Sophie

Hasil ini memberikan suatu dorongan kepada orang tua Auguste yang terbang ke Los Angeles dari Kanada untuk memberikan kesempatan kepada anaknya untuk dapat mendengar. Dan kemajuannya menjanjikan bagi tim ilmuan yang didanai oleh National Institute of Health (NIH), karena jika ini berhasil maka akan lulus prosedur keamanan di Amerika Serikat sehingga dapat melanjutkan prakteknya.

ABI ini menggunakan earpiece tambahan yang dapat dipakai seperti headset Bluetooth dan Electrode Array yang menempel di batang otak. Earpiece ini memproses suara dari luar dan mengirimnya ke electrode didalam tengkorak.

Implant ini tidak membawa pendengaran sampai ke level pendengaran biologis. Sophie, yang berbincang secara konstan dengan Auguste di Quebec Sign Language, berkata yang dia inginkan untuk Auguste adalah bisa menanggapi suara seperti peka terhadap suara klason mobil sehingga dia bisa hati-hati di jalan dan suara yang cukup yang keluar dari mulut agar dia dapat menginterpretasikan gerak bibir dengan baik.

Tapi dia mengaku bahwa dia punya sedikit harapan bahwa anaknya mampu mengapresiasi musik yang dimana akan lebih sulit untuk otak dalam memproses

“Jika dia mampu mendengar suara, itu baru mukjizat,” kata Sophie saat sebelum pembedahan di bulan Mei lalu. “Musik begitu fantastis dalam kehidupan ini.”

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda