Rabu, 17 Juli 2019

Music Technology Lifestyle

Band Aliran Jepang Asal Solo Rilis Single Terbaru Mereka di YouTube

Penulis :
Kamis, 24/11/2016 10.27.31 | Dibaca: 1434




Band Aliran Jepang Asal Solo Rilis Single Terbaru Mereka di YouTube

Dejikai


Compusiciannews.com -Komunitas- Terbentuk pada 16 Febuari 2016, band musik bergaya Jepang asal kota Solo Dejikai, nama yang terinspirasi dari BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dalam bahasa Jepang, yaitu Dikuritsu Junbii Chosakai (Disingkat : Dejikai), yang merupakan badan penting di era perjuangan kemerdekaan di tahun 1945.

Dengan mengambil semangat kemerdekaan yang diterapkan badan itu, meneriakan “Berdjoeang! Berani, Djoejoer dan Kasih Sayang!” mereka mengajak penikmat musik untuk bersenang-senang mengumpulkan energi dan semangat juang dalam hidup. Band yang digawangi oleh Teru Brambang (vokal), Aoi Sukowati (Bass), Asami Sutedjo (Gitar) dan Ludwig Van Slamet (Drum) mengusung genre Japanese Rock sebagai langkah awal. Meski bermula dari komunitas penggemar budaya Jepang, namun Dejikai tidak lupa dengan identitas mereka sebagai Warga Negara Indonesia.

Hal ini mereka tunjukan dengan menggabungkan 2 musik dari 2 budaya, yang dalam hal ini mereka menggabungkan musik anime Jepang dengan lagu-lagu daerah Indonesia. merekapun juga menggabungkan lagu anime dengan beberapa jingle partai politik dan mereka biasa tampil dengan gaya humor mereka yang unik namun itulah yang menjadi daya tarik mereka. Penampilan mereka juga didukung dengan kombinasi tata busana yang unik, menggabungkan gaya dandanan Rock Jepang dengan baju lurik khas Jawa Tengah.

Pada tanggal 17 November 2016 lalu, Dejikai meluncurkan sebuah single dan video klip berjudul Senyummu Sehangat Ramen. Lagu ini bercerita tentang kekasihnya yang meninggalkannya lalu menemukan semangat baru setelah melihat senyum seseorang di Kedai Ramen. 

Selain membawakan tema tema yang berhubungan dengan Jepang, Dejikai juga ingin menghidupkan kembali semangat nasionalisme melalui cinta budaya nusantara. Dimulai dari yang sederhana, mengusung kostum bermuatan lokal, tema kuliner, tata krama, peribahasa, dan berbagai produk budaya lokal yang mulai dilupakan jaman. Serta mengajak anak muda berperilaku positif dengan mengangkat tema-tema yang dijumpai keseharian. Melalui musik dan perform uniknya, diharap bisa mengajak anak muda menghargai budaya lokal di tengah derasnya gempuran budaya populer.

 

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda