Rabu, 17 Juli 2019

Music Technology Lifestyle

Bioskop Untuk Tuna Netra dan Tuna Rungu Ada di Hawai!

Penulis :
Kamis, 14/05/2015 09.00.00 | Dibaca: 1987




Bioskop Untuk Tuna Netra dan Tuna Rungu Ada di Hawai!

fashion-kid.net


Compusiciannews.com - Film - Untuk bisa menikmati sebuah film, manusia tentu akan menggunakan indera penglihatan dan pendengarannya. Namun, apa jadinya jika para tunanetra dan tunarungu juga ingin mendapatkan hak yang sama untuk bisa menikmati sebuah film?

Jimmy Tokioka adalah ayah dari seorang anak tunarungu. Anak Jimmy yang bernama Pono mengaku bahwa kegiatan menonton film adalah hal yang sia-sia. Pono merasa dirinya tidak bisa merasakan kesenangan seperti penonton-penonton lain yang memang tidak punya cacat tubuh.

"Aku sama sekali tidak tertarik. Apa manfaatnya jika aku pergi ke bioskop tapi sama sekali tidak mengerti apa yang ditayangkan?" tutur Pono.

Hal inilah yang kemudian mendorong Jimmy untuk menuntut persamaan hak bagi para tunarungu dalam menikmati sebuah film di bioskop. Pria asal Honolulu ini mengusulkan aturan baru bagi para pengelola gedung bioskop agar menyediakan studio khusus yang dapat memenuhi kebutuhan penonton tunanetra dan tunarungu.

Studio khusus tersebut nantinya akan menyediakan film dengan subtitle untuk para tunarungu dan juga film dengan deskripsi dan narasi untuk para tunanetra. Subtitle yang dimaksud akan sama seperti subtitle yang muncul ketika penonton menikmati film berbahasa asing.

Permintaan Jimmy yang mewakili komunitas tunanetra dan tunarungu di Hawai memang sebenarnya tidak muluk-muluk. Ia pun berharap agar semua bioskop bisa mempublikasikan bahwa mereka menyediakan film khusus bagi penderita tunarungu dan tunanetra. Dan hal itu pun akhirnya ditanggapi positif oleh pemerintah di daerahnya.

"Permintaan semaca, ini tidak berlebihan dan patut diapresiasi," ujar perwakilan pemerintah Kauai.

Beberapa bioskop di Hawai kini telah menyediakan headset dan alat bantu lihat khusus bagi para tunanetra dan tunarungu. Aturan baru ini nantinya mulai resmi diberlakukan pada bulan Januari mendatang dan akan dievaluasi kembali setelah 2 tahun.

Namun, aturan ini ternyata juga menimbulkan pro kontra. Banyak penonton tidak merasa terganggu meski harus memutuskan terlebih dahulu apakah akan menonton dengan caption atau tidak saat akan menonton film. Pendapat berbeda justru disampaikan para pelaku industri. Perwakilan The Motion Picture Association of America merasa pemerintah tidak harus memberlakukan aturan ini secara nasional karena khawatir akan banyak bioskop yang merugi.

Meski masih menjadi pro kontra, Jimmy cukup bersyukur karena kebutuhan anaknya untuk menonton film di bioskop bisa terpenuhi lantaran munculnya kebijakan baru ini.

"Aku berterimakasih atas kebaikan kalian karena kebaikan inilah yang akan dirasakan para tunanetra dan tuna rungu," ujar Jimmy.

Dahulu, konsep yang sama meski dengan fasilitas yang lebih sederhana pernah dilakukan Galeri Indonesia Karya melalui gelaran Bioskop Berisik. Penonton tuna netra akan duduk berselang-seling dengan para penonton yang bisa melihat dengan normal. Kemudian, mereka akan membisikkan alur cerita dan deskripsi adegan pada penonton tuna netra yang ada di sampingnya. Gelaran Bioskop Berisik yang diadakan awal tahun lalu itu memutar film Janji Joni karya Joko Anwar.

 

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda