Minggu, 21 Juli 2019

Music Technology Lifestyle

Elephant Kind Rilis Album Musik yang Punya Plot

Penulis :
Rabu, 27/05/2015 13.54.31 | Dibaca: 3480




Elephant Kind Rilis Album Musik yang Punya Plot

provoke-online.com


Compusiciannews.com -Komunitas - Sebuah plot atau jalan cerita umumnya hanya bisa ditemukan dalam film atau buku cerita. Namun, hal berbeda sengaja ditampilkan oleh band yang merilis EP pada tahun 2012 silam, Elephant Kind.

Pertama kali melihat album milik Elephant Kind ini bisa jadi ada kesan seram yang dirasakan. Diberi judul SCENARIOS, album ini semakin membuat bulu kuduk merinding ketika tertulis kalimat pembuka "Julian Day was in his late 20's when he took his own life.  This is how the end of his story begins."

Namun, hal ini justru berseberangan dengan musik yang mereka tampilkan. Dalam musik yang dibawakan Elephant Kind justru terdapat nuansa ceria yang bisa ditangkap pendengarnya. EP berisi 8 lagu milik mereka dibuka dengan Scenario I yang berisi suara instrumen gitar dan ketukan drum  teratur yang dijamin membuat pendengar lebih cheerful.

Kemudian, dilanjutkan dengan suara letusan tembakan di lagu Eulogy. Mungkin track yang satu ini tidak bisa benar-benar disebut sebagai lagu, atau lebih tepatnya narasi penyambung lagu. Punya durasi selama 15 menit, track ini menceritakan plot yang ada dalam album SCENARIOS.

Eulogy sebenarnya hanya awal dari lagu ketiga yang bertajuk Scenario II. Musiknya masih saja ceria seakan ingin mengajak pendengarnya berdansa. Sekilas lagu-lagu milik Elephant Kind mirip dengan Mumford and Sons namun tidak persis sama.

Di track selanjutnya, naarsi kembali muncul sebagai pembuka lagu What If? Tapi tidak seberapa lama, musik dengan tempo cepat terdengar dengan petikan gitar yang mengawali lagu ini dengan manis. Selesai dengan What If, musik disambung dengan lagu Scenario III yang masih membawa nuansa gembira dengan ketukan senar drum yang begitu ritmis.

Terdapat dua lagu yang punya nuansa sedikit berbeda, yaitu Oh Well dan Downhill. Di dua lagu ini ketukan drum sangat mendominasi, lalu ditambah pula suara rapper asal Australia, Marks Lloyd. Nuansa musik jazz juga sangat kental terasa di lagu ini lho.

Sebagai penutup, lagu berjudul Onto "Promenade" dipilih. Lagu yang didominasi suara gitar dan synth ini sangat sesuai ketika mengisahkan seorang tokoh bernama Julian Day.

Elephant Kind yang personilnya terdiri dari Bam Mastro, John Paul Patton, Adisapoetra Bayu, dan Dewa Pratama ini memang merilis album yang boleh dibilang istimewa. Album ini juga dikemas dalam tampilan sederhana karena hanya menampilkan sebuah kolase foto. Sederhana tapi terkesan manis. Jika penasaran bagaimana sebuah plot bisa dibawa ke dalam album musik, mungkin EP milik Elephant Kind adalah jawabannya.

Simak salah satu penampilan Elephant Kind berikut ini, yuk!

 

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda