Senin, 22 Juli 2019

Music Technology Lifestyle

Fariz RM: Harry Roesli Tokoh Penting Bagi Karir Musik Saya

Penulis :
Minggu, 06/04/2014 00.00.00 | Dibaca: 4571




Fariz RM: Harry Roesli Tokoh Penting Bagi Karir Musik Saya


 

Compusiciannews – Kabar Selebriti - Bicara soal Fariz RM, tak bisa lepas dari nama besar Harry Roesli. Ibarat guru dan murid, sekaligus teman akrab, keduanya termasuk dalam ‘The Immortals, 25 Artis Indonesia Terbesar Sepanjang Masa’ versi Majalah Rolling Stone Indonesia.

Fariz pun tak bingung berkomentar soal mentornya tersebut. Bagi Fariz, Harry Roesli adalah musisi pribumi yang punya prinsip dan bisa jadi contoh bagi generasi muda nasional dalam bermusik.

“Harry Roesli adalah tokoh penting bagi karir bermusik saya. Chrisye menyadarkan saya tentang profesionalitas. Yockie Suryoprayogo soal musikalitas, Eros Djarot soal cara berpikir, dan Harry Roesli adalah satu-satunya pemusik pribumi yang prinsipnya saya kagumi. Kang Harry adalah contoh bagi generasi musik muda nasional, baik dalam hal mencintai musik, maupun soal bagaimana pemusik seharusnya punya kepercayaan atas hasil kreativitasnya sendiri,” komentar Fariz tentang Harry Roesli di Rolling Stone Indonesia.

Kedekatan Fariz RM dengan Harry Roesli dimulai setelah Fariz menamatkan SMA di Jakarta dan mendaftarkan diri ke ITB jurusan Seni Rupa. Fariz tinggal di rumah saudara sepupunya, Triawan Munaf, yang juga seorang anak band.

Triawan memang merupakan salah satu pemain keyboard yang cukup diperhitungkan di scene rock Bandung. Triawan juga dikenal sebagai pemain keyboard dari Gang of Harry Roesli.  Berkat Triawan, akhirnya Fariz mengenal Harry Roesli. Fariz biasa nongkrong di kediaman Harry Roesli dan lebur bersama komunitas yang dikembangkan Harry.

Fariz biasa terlibat dalam diskusi-diskusi musik hingga jam session bersama Harry Roesli. Harry Roesli lah yang mengajarkan kepada Fariz tentang teknik bermain bass funk. Pasalnya, Harry Roesli memang tercatat sebagai salah satu pencabik bass funk terbaik di Bandung.

Tepatnya tahun 1976, Harry Roesli mendapatkan beasiswa untuk mempelajari musik elektronik di Konservatori Musik Rotterdam Belanda. Harry Roesli pun menitipkan grup vokal binaannya, Kharisma, kepada Fariz.

Dunia vocal grup memang tak asing bagi Fariz, saat duduk di bangku SMA 3 Setiabudi, Jakarta, Fariz tergabung dalam grup vokal bersama Adjie Soetama, Addie MS, Raidy Noor, dan Iman Sastrosatomo. Prestasi mereka pun cukup membanggakan, mulai dari pernah menggelar pertunjukan opera hingga menempatkan 3 lagu ciptaan mereka dalam 10 besar ajang Lomba Cipta Lagu Remaja Prambors Rasisonia tahun 1977.

Fariz juga banyak diminta membantu band-band Bandung yang akan konser, seperti mengisi posisi drummer The Rollies, Jimmie Manopo. Fariz juga menggantikan posisi saudara sepupunya Triawan Munaf dalam formasi Giant Step. Unik, karena dari sinilah Fariz menunjukkan kemampuan bermusik dalam berbagai genre, mulai dari rock, pop, funk, blues, hingga soul secara merata.

Proses bermusik Fariz terus berlanjut. Setelah 3 tahun pendidikan di Belanda dan kembali ke Indonesia, Harry Roesli mulai memperkenalkan berbagai hal baru di dunia musik elektronik kepada Fariz, mulai dari partitur not balok, not angka, hingga warna. Fariz juga mendaftar kursus kilat teknologi musik yang dibuat oleh art and cyber di Amerika. Setelah diterima, Fariz memulai study korespondensi untuk mengenal sistem sequencer dan midi.

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda