Minggu, 21 Juli 2019

Music Technology Lifestyle

Festival Tidore, Potensi Budaya Maluku Utara di Darat Maupun Laut

Penulis :
Kamis, 12/04/2018 04.29.20 | Dibaca: 851




Festival Tidore, Potensi Budaya Maluku Utara di Darat Maupun Laut

Portal Bisnis Wisata


Compusiciannews.com -Sosial Budaya- Festival Tidore, merupakan event budaya tahunan yang diadakan bersamaan dengan peringatan 910 istana Tidore di salah satu pulau bersejarah di Maluku Utara ini dan Festival Tidore ini kembali diadakan tahun ini dimulai sejak 29 Maret – 12 April 2018.

Festival yang memasuki tahun ke-10 ini menyoroti budaya tradisional masyarakat setempat yang kaya dan terus terjaga hingga sekarang ini. Sebagai informasi, Tidore dan Tarnate adalah dua pulau kecil di sebelah barat pulau Halmahera yang dikenal dengan Kerajaan Islam di Indonesia serta penghasil rempah-rempah.

Dalam sejarah, baik Ternate dan Tidore pernah menjadi kesultanan yang berkuasa memerintah di sekitar lautan Indonesia Timur. Dalam festival kali ini menampilkan 3 kegiatan utama. Pertama adalah Parade Juanga yang menampilkan pelayaran berlayar kapal tradisional yang berwarna-warni dalam formasi perang.  Armada itu dipimpin oleh Sultan Tidore sendiri ditemani oleh keluarga kerajaan dan dijaga ketat oleh tentara. Kedua adalah Penjelajahan Paji, penelusuran kembali atas perjalanan yang dilakukan oleh Sultan pada saat pemberontakan oleh Sultan Nuku dan yang ketiga adalah prosesi kerajaan Sultan Tidore dan rombongan yang kemudian diikuti oleh pembukaan museum Maritim Duia di Isntana Tidore.

Selain 3 kegiatan utama, banyak atraksi yang disuguhkan selama periode festival tersebut dan melaui festival ini, seua kekayaan Tidore dipertunjukan, baik itu yang berhubungan di darat maupun di laut, salah satunya adalah ratusan kora-kora, kapal perang tradisional Kesultanan Tidore berlayar mengelilingi pulau yang dipimpin  oleh Sultan Husain Sjah ke 37.

Tidore adalah tempat pertama kali Ferdinan Magellan, penjelajah asal Portugis mendarat pertama kali untuk mencari cengkeh dan pala. Ekspedisi tersebut merupakan bukti pelayaran bersejarah yang penting dengan menjadi armada pertama yang mengelilingi planet bumi, sehingga tidak diragukan lagi untuk membuktikan sekali dan untuk selamanya, bahwa bumi itu bulat, tidak rata

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda