Jumat, 24 Mei 2019

Music Technology Lifestyle

Kasus Ahmad Dhani : Mana Lebih Penting, Kepribadian atau Karya Artis?

Penulis :
Selasa, 15/07/2014 13.23.02 | Dibaca: 3739




Kasus Ahmad Dhani : Mana Lebih Penting, Kepribadian atau Karya Artis?

hai-online.com


CompusicianNews.com -Isu Terkini- Pilpres 2014 membuat rakyat semakin terbuka dengan banyak hal.  Mulai dari cara kerja KPU, DPR, quick count, real count, debat presiden, sampai kepada "dapur artis/musisi". Kenapa?

Masing-masing capres menggunakan artis untuk meraup pemilih.  Konser di Gelora Bung Karno (GBK) dari pendukung 2 Jari sangat fenomenal. Tapi tak kalah fenomenalnya adalah kontroversi Ahmad Dhani dengan kampanye ala nazinya.  Itupun ga cukup.  

Dhani membuat twit nazar kontroversial untuk memotong kemaluannya apabila Prabowo kalah. Belum cukup itu, Dhani pun melakukan salam 1 jari dengan jari tengah yang selalu diartikan f*** word.  Gila bukan?

Artis selalu digambarkan orang-orang yang liar dan free thinker.  Ariel Noah, a.k.a Ariel Peter Pan pernah menjadi pesohor di "film porno indie" dan mendekam di penjara gara-gara itu.  Tapi, fans club sudah melupakan dan mereka sudah memaafkan dan mengampuni sang pezinah masal.  

Menjadi pertanyaan kita bersama, apakah moralitas dan kepribadian artis tidak penting, dan karya yang lebih penting.  Jangan persoalkan kepribadiannya, yang penting karyanya?  Demikiankah?

***

Karya seni tidak bisa dilepaskan dari filosofi dan moralitas.  Kepribadian dan moralitas artis akan tercermin dalam karyanya.  Tidak mungkin bisa dilepaskan.  WR. Supratman, Kusbini, Ibu Soed, H Mutahar, dll sudah memperlihatkan hal itu.  Apalagi artis-artis rohani (musik agama) sangat terasa sekali kerohanian dan karyanya berkorelasi positif.

Kembali ke Dhani, tindakannya yang melenceng dari kenormalan itu jelas hanyalah untuk caper (cari perhatian) supaya tidak kehabisan gig dan proyek.  Tapi paling tidak rakyat sudah tahu artis sekelas apa dia itu.  Karyanya tidak akan bisa lepas dari kepribadian dan moralnya.

Tidak akan heran kalau karyanya akan sarat syahwat kemaluan dan nuansa f*** plus nazi-style karena memang itulah Dhani sesungguhnya. Demokrasi tidak akan menghalangi dia berekspresi. Tapi Demokrasi yang sehat akan berisi rakyat yang sudah dewasa mana karya seni yang harus dinikmati dan mana yang harus dibakar di tempat sampah.

 

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda