Senin, 27 Mei 2019

Music Technology Lifestyle

Kasus TVOne Dari Sudut Pandang Budaya Populer

Penulis :
Kamis, 10/07/2014 16.01.47 | Dibaca: 4506




Kasus TVOne Dari Sudut Pandang Budaya Populer

sitamagfira.files.wordpress.com


CompusicianNews.com -Sosial Budaya- Quick Count Pilpres 2014 meninggalkan jejak yang memprihatinkan bagi pembelajaran politik anak-anak muda Indonesia.  Jumlah swing voters yang didominasi anak-anak muda dan juga akibat dari perkembangan media sosial menambah bukti bahwa dunia sudah berubah.  Media memiliki peranan sangat penting dalam mendidik masyarakat.

Meskipun gaya hidup digital melalui media sosial sudah berkembang sedemikian rupa, TV publik masih mampu menduduki di tempat pertama dalam sudut pengaruh.  Minimal itu terjadi di Indonesia yang belum semua akses ke internet.

Kasus TVOne yang "berani tampil beda" dalam menyajikan hasil quick count, dan itu dipakai pihak Prabowo untuk justifikasi kemenangan adalah suatu pembelajaran politik yang mahal bagi kita semua. Biarpun akhirnya terbukti bahwa data yang disajikan survey pro TVone dipertanyakan karena lembaga yang membuat survey tidak kredible, dampak opini ke masyarkat sudah terasa.  

Inilah kekuatan budaya populer yang hitam atau putih sebuah informasi akan terdistribusi dengan sangat menakjubkan.  Sebab itu, penting seluruh stakeholder dalam budaya populer memiliki desain budaya berdasakan nilai-nilai luhur Indonesia dalam berkarya.  Tujuannya adalah lahirnya sebuah generasi baru Indonesia yang mampu memfilter informasi secara dewasa.  Tidak mungkin kita menahan arus informasi, yang bisa kita lakukan adalah memberi alat memfilter.  

Para penulis lagu populer seharusnya mulai menangkap hal ini, sehingga lagu-lagu yang positif untuk membangun budaya dapat semakin banyak tercipta.  Kita membutuhkan WR. Supratman, Kusbini, Ismael Marzukim dll untuk Indonesia Baru.

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda