Kamis, 18 Juli 2019

Music Technology Lifestyle

Kedekatan Emosional White Shoes And The Couples Company (WSATC) dan Cikini Dalam Sebuah Film Dokumenter

Penulis :
Sabtu, 09/04/2016 09.00.00 | Dibaca: 1218




Kedekatan Emosional White Shoes And The Couples Company (WSATC) dan Cikini Dalam Sebuah Film Dokumenter

http://hiburan.metrotvnews.com/


Compusiciannews.com -Film- White Shoes And The Couples Company (WSATC) adalah sebuah band indie asal Indonesia dengan karakter musik retro yang sangat khas. Saat banyak musisi yang gembar-gembor ingin go Internasional, WSATC sudah menikmati banyak panggung Internasional.

Perjalanan band unik asal Jakarta ini akan terekam dalam sebuah film dokumenter bertajuk White Shoes & The Couples Company di Cikini. Film dokumenter ini berisi dokumentasi konser WSATCC Konser di Cikini yang digelar pada Agustus 2015. Rekaman berbagai peristiwa seputar konser itu, mulai persiapan, momen di belakang panggung, dan cerita para personel soal kedekatan emosional antara WSATCC dan Cikini akan digambarkan dalam film ini. 

Selain itu film dokumenter itu akan berkisah mengenai perkembangan karier WSATC sejak 2002 lalu.

"Film ini mau ceritain gimana WSATCC lahir di Cikini. Mereka punya cerita dan hubungan yang spesial sama kampus Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Ya, bisa sampe seperti ini kan juga karena nongkrong dan ketemunya di Cikini," ujar Ameng yang juga produser dalam film dokumenter WSATC itu.

Ameng mengaku awalnya hanya ingin mendokumentasikan konser WSATCC yang digelar di Cikini pada Agustus 2015. Seiring berkembangnya waktu, dia berfikiran, akan sangat disayangkan jika dokumentasi itu hanya berakhir dalam harddisk. Akhirnya mereka keputusanpun diambil, bahwa mereka akan menggunakannya untuk kebutuhan film Dokumenter.

Film merupakan hasil kolaborasi antara WSATCC, RURU Corps, dan Digilive. Film ini sendiri disutradarai oleh Henry, seorang seniman sekaligus sahabat para personel WSATC. "Ya, selain itu film ini juga dibantu dengan lingkaran pertemanan kami di Cikini. Karena teman jadi aman lah," kata Ameng sambil tertawa.

Film ini untuk pertama kalinya diputar pada acara Film Musik Makan yang digelar Minggu, 3 April 2016 di GoetheHaus, Jakarta.

Setelah ditampilkan di pagelaran Film Musik Makan, materi film ini akan diputar di sejumlah tempat di Indonesia dengan menggandeng komunitas seni lain. Beberapa lokasi yang akan disambangi antara lain Surabaya, Yogyakarta, Palu, Makassar, Bali, dan Bengkulu.

Selain merilis film dokumenter, berdasarkan informasi yang dipublikasi via media sosial, WSATCC juga akan merilis sebuah EP bertajuk Senja. EP ini akan diproduksi dalam format cakram padat dan dicetak secara terbatas.

Senja sebenarnya merupakan singel yang pernah dirilis dalam album debut WSATCC pada tahun 2005. Tapi untuk kepentingan film ini, lagu yang awalnya berformat akustik ini diaransemen ulang dalam format orkestra bersama Budapest Scoring Orchestra. WSATCC juga menggandeng Lie Indra Perkasa sebagai komposer. Untuk proses rekamannya sendiri berlangsung terpisah, yaitu berlangsung di Budapest dan Jakarta.



 

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda