Minggu, 21 Juli 2019

Music Technology Lifestyle

Kinerja Promotor Payah, Penonton Konser BIGBANG di Jakarta Protes Keras

Penulis :
Selasa, 11/08/2015 14.01.30 | Dibaca: 4228




Kinerja Promotor Payah, Penonton Konser BIGBANG di Jakarta Protes Keras

koreanwaveindo.com


Compusiciannews.com - Panggung - Para penonton dan penggemar setia BIGBANG yang menyebut dirinya VIP ternyata harus menelan kekecewaan. Pasalnya, konser boyband K-Pop yang digelar pada 1 Agustus lalu di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Melania Citra Prima atau yang biasa disebut Mecimapro selaku promotor dinilai gagal dan tidak mampu menghelat konser artis internasional. Untuk beberapa hal penting yang seharusnya disiapkan di sebuah konser internasional, Mecimapro kabarnya tidak bisa memenuhi dan banyak hal yang bahkan tidak jelas.

"Antrian penonton tidak jelas dan tidak ada petunjuk arah harus masuk lewat mana. Saat masuk, tiket tidak discan lagi dan tidak dapat gelang sesuai kelas juga. Saya bahkan tidak dapat gelang sama sekali dan harus merobek tiket sendiri karena waktu sudah mepet," tutur Ruth Andini, salah satu penonton konser BIGBANG di Jakarta.

Kekacauan ternyata tidak terjadi di awal konser saja. Selama konser berlangsung, masalah teknis yang terjadi di panggung juga membuat penonton merasa tidak nyaman.

"Sound-nya jelek. Layar di bagian kanan juga sering mati. Belum lagi penggunaan lampu yang justru menggangu membuat penonton tidak bisa melihat ke panggung dengan jelas," tambah Ruth.

Tidak berhenti disitu, carut marut bahkan juga terjadi di kelas VIP. Penonton yang membeli VIP dengan harga Rp 3,5 juta nyatanya tidak mendapatkan pelayanan yang pantas. Jika diinformasikan sebelumnya bahwa pemegang tiket VIP bisa masuk ke arena konser lebih dulu dan menonton proses soundcheck hingga mendapat hadiah berupa tas, yang terjadi justru tidak sesuai harapan.

"Saya kecewa karena katanya tiket VIP dijual terbatas. Ketika saya tanya pihak keamanan ternyata penonton di VIP mencapai 1200 hingga 1500 orang. Padahal, promosi dari promotor seakan-akan menginformasikan kalau kelas VIP dibuat eksklusif. Parahnya, pemegang tiket VIP dan Pink justru diletakkan dalam satu barikade padahal harga tiket keduanya terpaut lebih dari Rp 1,5 juta," ungkap Gabby yang juga menonton konser BIGBANG kali itu.

Masih banyak kelalaian yang dilakukan Mecimapro, mulai dari kinerja crew yang tidak maksimal, minimnya kebersihan di toilet di venue, hingga penjualan merchandise official yang kabarnya juga bermasalah.

Buruknya kinerja Mecimapro selaku promotor mengecewakan banyak penonton sehingga kasus ini pun akhirnya viral di internet. Salah satu media korea, KOREABOO bahkan telah memberitakan kasus ini. Meski sebelumnya mengaku punya tim solid yang sudah menangani konser artis internasional sejak 2012 lalu, Mecimapro akhirnya menyampaikan permintaan maaf melalui akun twitter resmi mereka.

Namun, penonton dan penggemar BIGBANG tetap saja belum menerima. Mereka melakukan protes melalui petisi yang ditandatangani lebih dari 5000 orang. Bahkan, mereka juga menulis surat terbuka yang disampaikan melalui akun Twitter BIGBANG Indonesia yang memiliki lebih dari 56 ribu followers.

 

 

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda