Sabtu, 20 Juli 2019

Music Technology Lifestyle

Komunitas B2B Adakan Pre Event Hari Anak Nasional di Atrium Utama Solo Paragon Lifestyle Mall

Penulis :
Senin, 18/07/2016 11.00.00 | Dibaca: 1215




Komunitas B2B Adakan Pre Event Hari Anak Nasional di Atrium Utama Solo Paragon Lifestyle Mall

B2B


Compusiciannews.com -Panggung- Minggu (17/07/16) kelompok pemuda Solo yang tergabung dalam komunitas Blessed to be a Blessing atau disingkat B2B menggelar Pre Event perayaan Hari Anak Nasional di atrium utama, Solo Paragon Lifestyle Mall. Acara ini juga bersamaan dengan diadakannya Kampung Lebaran yang terdiri dari tenant-tenant penjual beragam jenis makanan dan minuman.

Ditemui oleh tim Compusiciannews.com, yakni ketua dari organisasi B2B, Antonius Hari Purwanto atau yang akrab disapa Bp. Anton ini menjelaskan bahwa B2B sendiri adalah komunitas yang didominasi oleh anak-anak muda, namun juga ada usia anak-anak yang ikut bergabung dalam komunitas ini dan mereka dinamai B2B Kids yang anggotanya adalah anak-anak dari beberapa anggota B2B sendiri, salah satunya adalah Calista (8), putri dari Bp Anton sendiri.

Komunitas B2B yang baru sekitar 1 tahun melakukan kegiatan sosialnya  ini terdiri beragam profesi, mulai dari pelajar SMA/K, Mahasiswa, Karyawan dan Pengusaha Muda dan mereka memiliki visi yang sama untuk menjadi saluran berkat bagi kota dan bangsa. Acara Pre Event ini menampilkan hiburan berupa live music dan pertunjukan bakat dari anak-anak panti asuhan.

Acara dibuka dengan penampilan tarian dari B2B dancer kemudian dilanjutkan dengan penampilan flash mob dari para anggota B2B, lalu dilanjutkan dengan penampilan Live Music serta penampilan dari anak-anak 4 panti asuhan di Solo. Penampilan Live Music dibawakan oleh diantaranya adalah Aris, yang merupakan anggota dari B2B, kemudian Anggi, dia adalah adik dari Tia AFI, yang telah mewakili kota Solo pertama kalinya di ajang pencarian bakat dan juga penampilan dari Andreas Galih, putra asli Solo Raya yang sempat masuk di ajang pencarian bakat The Voice Indonesia musim pertama.

4 panti asuhan yang tampil diantaranya ada Panti Asuhan Misi Nusantara yang menampilkan pertunjukan show choir dengan menyanyikan Indonesia Tanah Air Tercinta, Apuse, dan Yamko Rambe Yamko, kemudian ada penampilan dari Panti Asuhan Parmadi Yoga yang menampilkan lagu religi Islami, Tombo Ati. Kemudian ada juga penampilan tarian dari anak-anak panti asuhan Silo Karanganyar dan panti asuhan Anak Mandiri.

Dalam acara ini juga diadakan penggalangan dana bagi yang ingin berkontribusi dengan membeli stiker dan gelang seharga Rp.10.000,00 dan hasil penjualan ini digunakan sepenuhnya untuk mendukung rangkaian acara Hari Anak Nasional yang momentumnya diadakan pada 23 Juli 2016 mendatang di Balai Kota Solo.

Acara dimulai dari jam 11.30 -14.00 WIB dan di akhir acara ditutup dengan penampilan dari Andreas Galih dengan lagu Heal The World dari Alm Michael Jackson serta penampilan flash mob dari B2B.

Dalam wawancaranya, Bp Anton juga menjelaskan bahwa kegiatan ini didasari dengan rasa kesadaran B2B bahwa anak-anak adalah aset bangsa dan B2B dengan mengusung tema “1000 anak negeri, 1000 mimpi” yang berarti bahwa setiap anak harus memiliki mimpi dan harapan, sesuatu yang positif yang berguna bagi kelanjutan bangsa kedepan.

Rencananya sekitar 1.200 anak dari 24 panti asuhan di Solo Raya akan menghadiri acara Hari Anak Nasional pada hari Sabtu, 23 Juli 2016 mendatang di Balai Kota dan alasan mengapa yang diundang adalah anak-anak dari panti asuhan, dikarenakan anak-anak panti asuhan seringkali terlupakan dan mereka hanya dilibatkan di acara-acara perayaan keagamaan saja maka dari itu melalui moment Hari Anak Nasional ini dipakai untuk memberikan perhatian khusus bagi anak-anak panti asuhan yang bisa dikatakan under privilege.

“Perhatian kita tidak hanya berhenti sampai di acara ini tapi akan terus berlanjut setelah acara ini dengan melihat kebutuhan apa yang diperlukan anak-anak panti, contohnya jika ada toilet yang kurang layak, kita anggota B2B bersama-sama menggalang dana membangunkan toilet dan juga memberikan pembelajaran untuk kebutuhan edukasi mereka jika prestasi sekolah mereka kurang.” Begitu jelas Bp Anton.

Melalui acara ini, B2B ingin menyampaikan khususnya bagi insan media dan hiburan untuk lebih menyaring setiap konten yang disuguhkan karena setiap acara yang dibuat tentunya memiliki dampak bagi anak kedepan dan Bp. Anton yang saat ini memiliki seorang putri berusia 8 tahun, dalam mendidik anak Bp Anton selalu menerapkan aturan “No Gadget” selama hari sekolah dan hanya boleh memakai gadget saat hari libur dan itupun tetap dalam pendampingan karena dunia internet sendiri tidak terbatas, semua jenis konten bisa terakses jadi perlu pendampingan langsung meskipun anaknya hanya melihat video-video kreativitas di YouTube.

“Moment Hari Anak Nasional ini merupakan moment yang pas untuk memberikan pengarahan kepada anak-anak berupa pembatasan namun bukan pembatasan yang membuat mereka teriikat tapi lebih kepada pemahaman akan dampak dari konten hiburab sekarang ini dalam diri mereka kedepan.” Jelas Bp Anton

Tahun depan, rencananya B2B akan mengadakan acara serupa namun perhatiannya lebih ke remaja usia anak-anak SMP-Mahasiswa dan rencananya nanti dalam acara itu akan diberikan penyuluhan mengenai media dan bahaya narkoba

 

 

 

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda