Rabu, 17 Juli 2019

Music Technology Lifestyle

Kongres AS Rancang Undang-Undang Mengenai Hak Royalti Karya Musik pada Siaran Radio

Penulis :
Selasa, 14/04/2015 11.54.50 | Dibaca: 2178




Kongres AS Rancang Undang-Undang Mengenai Hak Royalti Karya Musik pada Siaran Radio

billboard


Compusiciannews.com -Industri- Industri musik Amerika Serikat sedang mengupayakan agar stasiun radio membayar para artis atas hak royalty penyiaran mereka.

Saat ini, 4 anggota kongres dari kubu partai Demokrat, Jerrold Nadler, John Coyers Jr. dan Ten Deutch serta dewan dari kubu partai Republican, Marsha Blackburn, memperkenalkan sebuah Undang-undang “Fair Play, Fair Pay Act of 2015” yang jika disetujui, akan meminta stasiun radio untuk membayar para artis atas karya-karya mereka yang disiarkan dalam setiap siaran radio.

“Undang-undang ini dirancang untuk mengembalikan sistem lisensi ke prinsip dasar dari Industri musik saat ini,” kata direktur eksekutif musicFirst Coalition saat di press conference yang diadakan di New York pada hari Senin, 13 April lalu.

Nadler, yang merupakan anggota dari dewan Yudisial Sub-Komite dalam hal Peradilan, Properti Intelektual dan Internet, berkata “Undang-undang ini dibuat karena melihat sistem yang ada sudah rusak dan stasiun radio pada umumnya telah menghidari pembayaran hak royalty dan ini sungguh merupakan ketidakadilan yang besar.”

Karena Amerika Serikat tidak membayar para artis saat lagu-lagu mereka diputar di radio, mereka juga tidak menerima kompensasi saat lagu-lagu mereka dimainkan di Negara-negara lain. Negara lain selain Amerika Serikat yang juga tidak membayar hak royalty untuk siaran radio adalah; Korea Utara, Iran dan Tiongkok.

Sementara semua radio harus membayar hak royalty kepada para penulis lagu, hanya radio internet dan satelit yang juga harus membayar royalti master recording kepada pemegang hak, berkat Digital Millenium Copyright Act 1998. Beberapa layanan seperti Sirius XM dan Pandora menafsirkan bahwa syarat itu tidak menyertakan rekaman-rekaman sebelum tahun 1972, tahun dimana master recording menerima perlindunganhak cipta dan akhirnya kasus ini membawa Sirius dan Pandora dalam meja hiau untuk kasus ini. Dan akhirnya dalam peradilan ini, Sirius XM kalah pada pengadilan yang diadakan awal tahun lalu di California.

President dan CEO Sound Exchange, Michael Huppe berkata kepada Billboard “Banyak hal kompleks mengenai hukum hak cipta, namun Undang-undang ini menyatakan isu sesederhananya bahwa artis harus memperoleh bayaran saat lagu-lagu mereka disiarkan.”

 

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda