Kamis, 18 Juli 2019

Music Technology Lifestyle

Melestarikan Musik JaDoel

Penulis :
Minggu, 04/10/2015 09.00.00 | Dibaca: 1667




Melestarikan Musik JaDoel

www.laguenak.com


Compusiciannews.com -Sosial Budaya- Apa yang Anda ketahui mengenai musik zaman dahulu Indonesia? Mungkin Anda akan mengatakan Koes Ploes atau mungkin artis seperti Nike Ardila.

Namun, tahukah Anda terdapat banyak seniman musik Indonesia pada zaman dulu sejak tahun 1950-an? Ya, tahun 1950-an merupakan awal kebangkitan dari permusikan Indonesia.

Tahun 1950-an merupakan tahun dunia dapur rekaman bermula. Tepatnya pada tahun 1954 saat dimana berdirinya perusahaan rekaman Irama.

Sesaat setelah berdirinya Irama, mulailah banyak bermunculan perusahaan rekaman seperti Dimita dan Remaco di Jakarta dan Lokananta di Solo.

Pada saat itu warna musik Indonesia banyak diisi dengan lagu-lagu orkes melayu, keroncong, dan penyanyi solo yang kemudian berkembang dan mulai diisi lagu-lagu pop. Beragam seniman musik seperti Panbers, Hasnah Tahar, Munif Bahasuan pun hadir.

Seiring perkembangan jaman, karya-karya seniman musik tersebut mulai jarang terdengar bahkan tenggelam termakan zaman.

Tak seperti di luar negeri, untuk mendapatkan karya-karya seniman musik zaman dulu sangatlah mudah, karena banyaknya badan-badan independen yang mengarsipkan. Hal ini tak banyak terjadi di Indonesia, pengoleksi karya musik zaman dulu tidaklah banyak, bahkan mungkin hanya dijadikan sebagai hobi personal.

Melihat hal itu sekelompok anak muda membuat sebuah komunitas pecinta sekaligus pengarsip karya-karya musik zaman dulu yang dimulai dari tahun 1950-an, yaitu Irama Nusantara.

Irama Nusantara sendiri pada awalnya merupakan gerakan sosial yang dilandasi kesadaran para penggagasnya mengingat betapa penting dan dibutuhkannya pengarsipan dan pelestarian data musik populer Indonesia yang merupakan bagian dari sejarah perkembangan seni dan budaya Indonesia.

"Kami ingin melestarikan karya-karya musik asli Indonesia yang semakin sulit dicari. Dengan adanya pengarsipan ini masyarakat Indonesia akan dengan mudah menemukannya. Selain itu kami ingin masyarakat Indonesia saat ini tahu seperti apa perkembangan dunia permusikan di Indonesia, sehingga mereka bisa lebih menghargainya," ujar David Tarigan, Research and Archive Director Irama Nusantara saat ditemui Ghiboo belum lama ini.

Aktivitas Irama Nusantara tentunya meliputi pengumpulan dan mendata semua rekaman fisik musik populer Indonesia termasuk informasi yang berhubungan mulai dari sang artis hingga perusahaan rekamannya. Seluruh data tersebut kemudian diubah menjadi data digital yang diunggah ke situs mereka, Iramanusantara.com. Melalui situs tersebut, penikmat musik Indonesia dapat mencari dan menikmati lagu-lagu karya seniman musik zaman dulu.

Menurut rencana, Irama Nusantara tak hanya akan melakukan pengarsipan secara digital dan mempublikasikannya melalui situs. Namun, mereka akan membuat sebuah wadah fisik berupa sentra media yang seperti ruang diorama dan perpustakaan musik, cafe, studio radio dan auditorium

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda