Senin, 24 Juni 2019

Music Technology Lifestyle

Mengenal Lebih Dalam Mengenai Fenomena “Cacing Otak”

Penulis :
Rabu, 06/08/2014 11.20.07 | Dibaca: 1762




Mengenal Lebih Dalam Mengenai Fenomena “Cacing Otak”

jugsbones.wordpress.com


CompusicianNews.com –Sains- Terkadang gambaran musikal normal melewati batas dan mejadi, katakanlah, patologis. Seperti saat sebuah potongan musik tertentu terus menerus melantun hingga berhari-hari, terkadang seperti membuat kita gila. Pengulangan ini seringkali bait singkat yang terdefinisi dengan baik atau tema tiga atau empat nada – cenderung melantun selama berjam-jam atau berhari-hari, berputar-putar dalam benak, sebelum memudar.

Pengulangan tanpa akhir ini dan fakta bahwa musik terkait bisa tidak relevan atau sepele, bukan selera musik seseorang, atau bahkan menjengkelkan, mengisyaratkan adanya proses pemaksaan, bahwa musik sudah memasuki dan mengalahkan suatu bagian dari otak, memaksanya untuk diputar berulang-ulang .

Banyak orang terpicu oleh musik tema sebuah film atau acara televisi atau iklan. Ini bukan kebetulan, karena musik semacam itu dirancang dalam istilah industri musik, untuk “mengait” pendengarnya, untuk “memperdaya” atau “menempel,” untuk menerobos masuk, seperti serangan earwig, kedalam telinga atau benak;  dan karena itu istilah ini dinamakan “Cacing otak”

Bagi mereka yang mengalami kondisi neurologis tertentu, cacing otak atau fenomena persekutuan nada atau kata yang menggema berulang-ulang atau otomatis atau kompulsif -  mungkin membawa kekuatan tambahan. Rose R., seorang penderita parkison pasca ensefalitis berkata bagaimana selama kondisi membekunya dia sering “terkurung,” sebagaimana istilahnya, dalam “lapangan rumput musikal” – tujuh pasang nada yang mengulang-ulang tanpa  tertahan dalam benaknya. Dia juga mengatakan tentang membentuk “kwartet musikal” yang keempat sisinya harus disusurinya, secara mental, tanpa henti. Ini terkadang bisa berlangsung berjam-jam dan terulang beberapa kali sepanjang 43 tahun sakitnya.

Fenomena cacing otak sepertinya juga mirip dengan cara para penderita autis  atau sindrom Tourette atau kelainan kompulsif-obsesif terikat oleh suara atau kata atau keriuhan dan mengulanginya, atau menggemakannya, keras-keras atau sendiri, terkadang hingga berminggu-minggu lamanya.

Kejadian ini sangat menyolok pada Carl Bennett, ahli bedah penderita sindrom dan dia berkata “Terkadang kata-katanya tidak bisa dimengeti, sering aneh apapun, bisa mengulang-ngulang  sendiri dan berlanjut.”

Cacing otak biasanya seragam dan tidak bervariasi karakternya. Cacing otak cenderung memliki harapan hidup tertentu, berlangsung sepenuhnya selama berjam-jam atau berhari-hari  dan lalu memudar, terlepas dari semburan-semburan kecil yang muncul sesudahnya.

Sumber: Musikofilia ( Oliver Sacks)

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda