Kamis, 18 Juli 2019

Music Technology Lifestyle

Musical Anhedonia (1) : Beberapa Orang Tidak Begitu Suka Musik

Penulis :
Rabu, 02/04/2014 00.00.00 | Dibaca: 1967




 Musical Anhedonia (1) : Beberapa Orang Tidak Begitu Suka Musik


CompusicianNews.com –Sains- Musik merupakan Bahasa universal dunia, segala perbedaan baik itu kultur, etnik, dan bahasa dapat disatukan dengan musik, dan inilah yang membuat hampir semua orang didunia menyukai musik namun tidak bisa dipungkiri juga, terdapat juga orang-orang yang tidak suka dengan musik. Mereka tidak punya playlist favorit, mereka tidak akan membunyikan radio atau ngejam dengan DJ.

Buktinya, para peneliti telah menyatakan dalam studi baru bahwa ini merupakan suatu sindrom ketidakmampuan untuk menemukan kesenangan dalam nada, dan kondisi psikologis ini disebut sebagai musical anhedonia.

identifikasi dari individu-individu pengidap sindrom ini dapat sangat penting untuk mengerti basic neural dari musik, yaitu bagaimana sederet notasi dapat diterjemahkan kedalam emosi,” Asisten penulis studi, Dr. Josep Marco-Pallares, seorang professor di Universitas Barchelona, Spanyol, berkata dalam pernyataannya.

Studi sebelumnya menyarankan bahwa orang kebanyakan memiliki genetic predisposition atau kecenderungan genetika untuk merespon musik dan musik adalah sesuatu yang universal untuk semua kultur manusia. Sederhananya mendengarkan musik dapat melepaskan endorphin dari otak anda yang  berupa zat kimia yang menghasilkan perasaan positif.

Tapi hal itu bukan menjadi suatu kasus bagi semua orang.

Menggunakan sebuah kuesionair tentang bagaimana memberi hadiah orang saat mencari musik, para peneliti telah menemukan beberapa kelompok pria dan wanita yang melaporkan ketidaksukaannya dengan musik. Para peneliti telah berpikir orang-orang ini memiliki kondisi yang disebut sebagai amusia, yang merupakan ketidakmampuan untuk memproses pitch bersama-sama, tapi mereka, para peneliti ini memutuskan untuk mengamati lebih dekat.

Pertama, para pria dan wanita mendengarkan musik dan menilai seberapa senangnya mereka. Pada tugas lainnya, mereka harus merespon dengan cepat pada target dengan tujuan memenangkan dan menghidari kehilangan kesenangan. Kedua tugas ini telah ditunjukan untuk menyertakan sirkuit hadiah dalam otak sebagaimana otak menghasilkan zat dopamine. Selama tugas, para peneliti merespon, seperti detak jantung dan keringat yang keluar.

Dan apa yang ditemukan? Kelompok pria dan wanita yang diuji pertama itu  melaporkan bahwa tidak menemukan hadiah atau kesenagan apapun dalam musik dengan menunjukan tidak ada respon psikologis pada musik yang diukur dari detak jantung dan keringat. Dalam perbandingannya, seseorang yang menemukan kesenangan dalam musik menunjukan respon psikologis. Dan hasil pengujian ini tidak ada perbedaan dengan 3 kelompok lain saat mereka melakukan hal yang sama, mencari kesengangan dalam musik dan mereka semua menunjukan reaksi yang sama, detak jantung meningkat dan respon keringat yang meningkat pula.

Para peneliti berkata bahwa penemuan mereka akan menghasilkan pemahaman yang lebih baik dari sistem otak dan bahkan dapat mengobati adiksi dan gangguan mood.

Studi ini telah diterbitkan oleh journal Current Biology pada tanggal 6 Maret 2014 lalu.

 

Hufflingtonpost.com 

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda