Rabu, 17 Juli 2019

Music Technology Lifestyle

Musik Etnik dan Jazz Membaur Dalam Solo City Jazz

Penulis :
Minggu, 21/09/2014 14.16.37 | Dibaca: 3833




Musik Etnik dan Jazz Membaur Dalam Solo City Jazz

compusiciannews.com


CompusicianNews.com -Panggung- Atmosfer kota Solo yang kental akan budaya Jawa ikut dirasakan oleh para penikmat Solo City Jazz hari kedua, Sabtu 20/9/14 kemaren. Hal itu tidak lepas dari penampilan Endah Laras ft Bukan Pintu Langit yang mengibur warga Solo dengan membawakan lagu-lagu daerah yang dikemas dalam bentuk Jazz. Instrumen-instrumen musik tradisional yang dikombinasikan dengan instrumen modern menambah nuansa musik etnik pada penampilan mereka malam kemaren. Walang Kekek dan Jangkrik Genggong adalah 2 dari daftar play list Endah Laras. Lagu yang tidak asing lagi bagi telinga masyarakat Solo itu menambah kesan guyub di gelaran SCJ kemaren. Endah Laras juga membawakan satu lagu yang berasal dari tanah Sunda. 

Turut serta juga dalam penampilan kemaren seorang anak kecil berusia 12 tahun bernama Woro yang masih duduk di bangku SMP. Selain bernyanyi, Woro ternyata juga merupakan seorang dalang cilik dari kota Solo. 

Kekaguman penonton terhadap seniman cilik pun berlanjut ketika HB Combo ft Didiek SSS tampil. Yang membuat kagum adalah seorang bocah cilik berusia 7 tahun yang piawai bermain flute dan mempunyai talenta sejak lahir dalam menebak nada secara tepat (pitch perfect), ia adalah Callista putri tunggal dari Didiek SSS. Bersama sang ayah, Callista memainkan 2 lagu salah satunya adalah Somewhere over the rainbow. Di sela penampilannya, Callista di uji oleh sang ayah untuk menebak nada yang diteriakan oleh penonton, dan sangat mengherankan tebakan nada bocah ini selalu benar yang mengundang tepuk tangan meriah dari penonton.

Secara keseluruhan penampilan dari HB Combo ft Didiek SSS sangat menghibur, permainan saxophone dan flute dari Didiek cukup membius benteng Vestenburg tadi malam. Di awal penampilannya group ini memainkan instrumen beberapa lagu dan salah satu nya lagu sang raja pop dunia Michael Jakcson yaitu "Heal the World" yang secara spontan menarik para penonton untuk bernyanyi bersama. 

2 penampil terakhir dari gelaran kelima SCJ ini adalah Fusion Stuff dan Hajarbleh Big Band. Fusion Stuff tampil beda dengan seorang drumer perempuan. Krishna Siregar yang adalah pemain keyboard dari band ini mengatakan bahwa mereka mengganti set lagunya secara spontan karena melihat antusiasme penonton yang sangat luar biasa. Pada penampilannya di SCJ ini Fusion Stuff untuk pertama kalinya membawakan 2 single terbaru mereka dari album kedua yang akan segera dirilis.

Puncak acara SCJ 2014 pun ditutup oleh Hajarbleh Big Band yang membawa banyak personil sehingga memenuhi stage SCJ. Penampilan band ini yang dimulai pukul 00.30 WIB pun tidak membuat penonton bosan. Dan akhirnya Solo City Jazz 2014 berakhir, sampai ketemu di Solo City Jazzz 2015.

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda