Kamis, 18 April 2019

Music Technology Lifestyle

Musik Sebagai Terapi

Penulis :
Sabtu, 10/01/2015 11.23.24 | Dibaca: 13892




Musik Sebagai Terapi

Insight


Compusiciannews.com -Sains- Pengertian singkat dari terapi musik adalah kegiatan terapi (penyembuhan) dengan menggunakan musik. Terapi musik dipergunakan untuk tujuan kesehatan manusia. Jenis terapi yang dimaksud antara lain pemulihan, penyembuhan, peringanan, terutama untuk tujuan kesehatan mental-psikologis.

Terapi musik bisa dilakukan dengan cara mendengarkan musik maupun bermain musik. Contoh kasusnya, ketika seseorang mengalami kesulitan konsentrasi, ia bisa menjalani kegiatan terapi musik untuk memulihkan kembali susunan syaraf di otak supaya bisa kembali berkonsentrasi. Misalnya lagi, seseorang merasa kehilangan semangat karena sedang dihinggapi masalah. Melalui terapi musik ia akan bisa kembali bersemangat seperti sedia kala.

Sudah banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa musik memiliki dampak bagi tubuh dan jiwa. Saat ini, di beberapa rumah sakit, baik dalam maupun luar negeri, terapi musik diperunakan untuk membantu pasien kanker, anak-anak dengan ADD, dan lain-lain. Bahkan, banyak rumah sakit mulai menggunakan terapi musik untuk sakit fisik-psikologis, seperti meringankan nyeri, menangkal depresi, menenangkan pasien, mengendurkan otot yang tegang otot, dan masih banyak lagi.

Sesuai dengan rumusan The American Music Therapy Association (1997), terapi musik secara spesifik disebut sebagai sebuah profesi di bidang kesehatan. Terapi musik adalah suatu profesi di bidang kesehatan yang menggunakan musik dan aktivitas musik untuk mengatasi berbagai masalah dalam aspek fisik, psikologis, kognitif dan kebutuhan sosial individu yang mengalami cacat fisik (AMTA, 1997). Terapi musik telah menjadi salah satu pelengkap pada terapi gangguan jiwa seperti skizofrenia, perilaku kekerasan, gangguan alam perasaan seperti mania dan depresi, gangguan emosional, stres dan kecemasan (MacKay, 2002).

Secara langsung, terapi musik bekerja melalui gelombang suara yang dikirimkan ke otak, dan berefek pada susunan syaraf di otak. Penelitian menunjukkan, bahwa musik dengan beat yang kuat dapat merangsang gelombang otak untuk membawa konsentrasi berpikir yang lebih tajam, sementara musik dengan tempo yang lebih lambat sesuai untuk meditasi dan meningkatkan konsentrasi spiritualitas.

         Pada prinsipunya, musik adalah suara yang keluar dari dalam jiwa manusia. Musik mampu mengekspresikan emosi atau gairah yang intensitas dan kadarnya jauh lebih tinggi daripada kata–kata. Itulah mengapa, musik memiliki kekuatan-kekuatan yang “tak terlihat” (intangible power).  

         Hal tersebut (menurut Frohnmayer dalam Kirkland, 1998), tidak bisa ditawar lagi. Dengan musik, remaja dapat bernyanyi, menari, menulis syair sambil mendengarkan musik. Musik menyentuh emosi yang mendalam di dalam jiwa (Satiadarma, 2001). Elemen-elemen di dalam musik, berupa ritme, irama, nada, melodi, timbre, tempo, pitch, dan dinamika berpotensi sebagai material untuk terapi musik.

         Terapi musik tidak mengajurkan pasien untuk bersikap pasif, tetapi sebaliknya; setiap pasien harus aktif, bahkan melalui gerak-gerak yang dibutuhkan. Djohan, dalam buku “Psikologi Musik” (2003) menulis bahwa dengan bantuan alat musik, klien yang sedang mengalami masalah kesehatan juga didorong untuk berinteraksi, berimprovisasi, mendengarkan, dan aktif bermain musik.  

         Setiap terapi musik juga akan berbeda maknanya untuk orang yang berbeda. Benenzon (1997) mengemukakan, kesesuaian terapi musik akan sangat ditentukan oleh nilai-nilai individual, falsafah yang dianut, pendidikan, tatanan klinis, dan latar belakang budaya. Namun semua terapi musik mempunyai tujuan yang sama, yaitu membantu mengekspresikan perasaan, membantu rehabilitasi fisik, memberi pengaruh positif terhadap kondisi suasana hati dan emosi, mengingatkan memori, serta menyediakan kesempatan yang unik untuk berinteraksi dan membangun kedekatan emosional.

         Terapi musik juga bermanfaat untuk memberikan rasa nyaman, menurunkan stres, kecemasan dan kegelisahan, meelpaskan tekanan emosional yang dialami, meningkatkan kontrol diri dan perasaan berharga klien. Tujuan tersebut dapat dicapai melalui berbagai kegiatan yang dapat dilakukan dalam terapi musik, seperti menyanyi, bermain musik, mendengarkan musik, menyaksikan video musik, menulis lagu atau aransemen musik, dan berdiskusi tentang musik (Lindberg, 1997).

Tidak hanya itu, terapi musik membantu orang-orang yang memiliki masalah emosional dalam mengeluarkan perasaan mereka, membuat perubahan positif dengan suasana hati, membantu memecahkan masalah, dan memperbaiki konflik. Sama seperti pendapat para ahli di atas, menurut Djohan (2003), metode yang digunakan dalam terapi musik antara lain adalah benyanyi, bermain musik, gerakan ritmis dan mendengarkan musik yang sesuai.

Tidaklah mengherankan bahwa manfaat musik memang begitu banyak bagi kehidupan manusia. 

Kontributor : Erie Setiawan

 

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda