Senin, 24 Juni 2019

Music Technology Lifestyle

Nino Ario Wijaya, Pemain Klarinet Terbaik Indonesia

Penulis :
Jumat, 04/04/2014 01.13.44 | Dibaca: 3615




Nino Ario Wijaya, Pemain Klarinet Terbaik Indonesia


Nino Ario Wijaya, salah satu pemain klarinet di setiap projek orchestra di Indonesia. Diumurnya yang masih terbilang muda, dia sudah memiliki banyak pengalaman dan prestasi di dunia musik dan orchestra, salah satunya adalah soloist klarinet di album True Worshippers,yang merupakan kelompok penyanyi dan musisi untuk lagu-lagu rohani yang terkenal di kalangan komunitas gereja atau kaum Nasrani dimana di kelompok itu juga banyak penyanyi-penyanyi ternama Indonesia, seperti Ruth Sahanaya, Lita Zein, Nindy Else dan Sari Simorangkir, kakak dari mantan vokalis Kerispatih, Sammy Simorangkir.

Banyak orang berpendapat bahwa dia merupakan salah satu pemain klarinet terbaik di Indonesia, hal ini dikarenakan minimnya jumlah pemain klarinet di Indonesia sehingga setiap ada projek orchestra yang membutuhkan pemain alat musik tiup khususnya klarinet, dia selalu kebanjiran tawaran

Awal dari bakat klarinetnya sudah tertanam sejak kecil karena sang ayah sendiri juga seorang pemain klarinet dan juga dosen di ISI Yogyakarta, dimana sang ayah mengajar disana di jurusan musik klasik. Nino sendiri belajar klarinet sejak umur 10 tahun dan bakat klarinet ini ia kembangkan sampai jenjang pendidikan universitas dimana dia juga terdaftar sebagai lulusan ISI Yogyakarta.

Tercatat pada tahun 2004, dia lolos seleksi untuk mengikuti ajang orchestra di Bangkok, Thailand yang bernama ASEAN Youth dan dia menjadi wakil satu-satunya dari Indonesia. Tahun 2005, dia ikut audisi serupa dan kemudian lolos sampai akhirnya dia terbang ke Jepang  khususnya di kota Tokyo dan Osaka dimana terdapat konser orchestra di dua kota itu. Dari pengalaman itu, dia banyak menimba ilmu dengan beberapa pemain klarinet terbaik di dunia.

Dari beberapa pelatihan ini, membuka kesempatan baginya untuk dapat bergabung dalam konser orchestra di Eropa yang saat itu diadakan di Berlin, Jerman. Hasil ini dia akui tidaklah mudah karena membutuhkan proses latihan yang cukup lama dan berat pula tapi karena mimpinya yang besar untuk bisa bergabung dalam orchestra dunia sehingga seberat apapun proses yang dijalani, tidak menjadi beban baginya.

“Apa yang saya kerjakan ini adalah hobi saya, jadi saya melalukan itu baik dalam hal profit maupun non profit, karena itu sudah menjadi passion terbesar saya,” tambah Nino saat ditemui di Sekolah Musik Indonesia Alam Sutera, Tangerang. Baca artikel selengkapnya di E-Magazine Compusician.

 

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda