Senin, 24 Juni 2019

Music Technology Lifestyle

Pandora Stagnan, Para Analisa Saham Turunkan Target Investasi

Penulis :
Sabtu, 18/04/2015 11.16.46 | Dibaca: 1570




Pandora Stagnan, Para Analisa Saham Turunkan Target Investasi

compusiciannews.com


Compusiciannews.com -Industri- Penerimaan dan panduan  kwarter keempat pada Pandora yang mengecewakan telah membuat layanan radio streaming ini mengalami kejatuhan yang besar dalam sahamnya di Wall Street. Saham Pandora turun 17.3% menjadi US$15.23 pada jumat (06/01) lalu setelah jatuh sejauh US$14.62.

Beberapa analis telah menurunkan investasinya di Pandora pada hari Jumat lalu. Wells Fargo dan Raymond James menurukan saham ke “market perform” dari “outperform,” yang berarti mereka percaya kinerja Pandora akan sama. B. Rilley menurukan peringkatnya ke “Neutral” dari “Buy” dan menurunkan harga targetnya ke US$12 dari US$38.00. CRT Capital memotong target harganya hingga US$ 16 dari US$ 26, Pacific Seacrest Securities menurunkan target harganya hingga US$ 20 dari US$ 35 dan Credit Suisse Group menurunkan target harganya menjadi US$ 21 dari US$ 24

Para analis ini dulunya tidak dengan komentar positif. Analist dari Credit Suisse percaya panduan Pandora itu mungkin konservatif. Analis dari Pacific Crest Securities masih percaya Pandora merupakan “asset unik yang akan mengubah periklanan radio” sementara tercatat laporan penghasilan pada hari kamis menurunkan rasa percaya dirinya pada  Pandora akan pengaruhnya pada dana investasi sahamnya.

Meskipun penerimaan pada kwarter keempat ini tidak sesuai ekspektasi, namun Pandora menunjukan pertumbuhan di berbagai area. Penerimaannya sebelumnya meningkat 44% menjadi US$920,8 juta. Rugi bersihnya meningkat menjadi US$ 30.4 juta daro US$ 40.7 juta di tahun 2013.

Saham Pandora telah hilang hampir separu nilai mereka, 52.5% sejak mencapai puncaknya sekitar US40 dan sahamnya menurun cukup banyak. Saham Pandora berada dibawah pada tahun 2011 dan 2012 dan pada Oktober 2012 lalu saham dagang perusahaan kembali mengalami penurunan  hingga dibawah US$ 20 hingga akhir tahun 2012.

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda