Sabtu, 20 Juli 2019

Music Technology Lifestyle

Peperangan Era Industri Musik Digital

Penulis :
Minggu, 18/12/2016 12.00.00 | Dibaca: 1000




Peperangan Era Industri Musik Digital

digitaltrends.com


Compusiciannews.com -Sosial Budaya- Apple mungkin telah mendominasi industri musik dengan online music store-nya selama 1 dekade ini, namun keadaan dengan cepat berubah. Dengan kedatangan smartphone dan tablet, banyak orang mencari cara untuk memperoleh akses ke media mereka dan terdapat banyak sekali perusahaan yang ingin untuk memperoleh saham dari bisnis mereka. Perusahaan-perusahaan seperti Amazon, Google dan Spotify hadir dengan ide-ide baru untuk mengambil alih industri.

Amazon telah membuka online music store-nya beberapa tahun yang lalu dengan menawarkan musik yang sama seperti Apple dengan harga yang kompetitif. Saat itu Amazon adalah perusahaan yang hampir mirip dengan dominasi online music store Apple dan memungkinkan Anda untuk mengaksesnya dari segala macam komputer.

Tidak mau dibayang-bayangi, Google juga merilis layanan musik cloud-nya yang disebut Google Music Beta pada bulan Mei 2011 yang memungkinkan Anda untuk mengunggah 20.000 lagu secara online dan meungkinkan Anda pula untuk mengaksesnya dari berbagai macam layanan web. Sementara konsepnya cukup sederhana, terdapat beberapa keluhan dimana Anda tidak dapat memilih musik yang Anda unggah, Anda tidak dapat mengunggahnya dari perangkat mobile dan aksesnya lambat. Dan tanpa mekanisme untuk membeli musik baru, Google tidak membandingkan dengan Amazon dan Apple. namun Goofle akhir-akhir ini mengumumkan rencana baru untuk membuka sebuah online music store dan layanan penyimpanan Cloud namun sebelum mereka melangkah, mereka harus memastikan bahwa semua label besar berada dipihaknya.

Namun Google memberikan petunjuk bahwa akan ada “little twist” dan mereka tidak akan menjual track seharga 99-cent per track. Mungkin akan ada banyak perusahaan yang bergabung namun Apple tidak akan tinggal diam


Apple baru saja merilis layanan iCloud-nya yang memungkinkan pengguna secara nirkabel dan saat  masa unduh lagu pun berakhir saat Apple merilis iTunes Match dengan harga US$24.99 per  tahun dan memungkinkan pengguna untuk  menambah musik dan tidak membeli yang artinya musik yang ditambahkan akan disimpan di iCloud dan diganti dengan kualitas yang baru dari iTunes Match

 

Semuanya berubah saat Spotify masuk di Amerika Serikat yang memungkinkan pengguna untuk mendengarkan musik secara massif dengan biaya sekitar US$10/bulan dan bisa juga dinikmati secara gratis melalui layanan ad-support-nya dan Anda bisa dengarkan musik melalui Smartphone Anda dan bahkan bisa Anda nikmati meski Anda sedang offline (layanan premium)

 

Saat ini banyak sekali layanan serupa dengan Spotify, salah satunya dari Apple yaitu Apple Music dan 2 platform ini saling berkompetisi di era digital ini. Spotify sekarang memiliki 40 juta pengguna berbayar dan 60 juta pengguna fremium sedangkan Apple Music memiliki 17 juta pengguna berbayar

 

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda