Jumat, 19 April 2019

Music Technology Lifestyle

Rekaman Fisik Tetap Berjaya

Penulis :
Senin, 20/04/2015 12.00.00 | Dibaca: 1593




Rekaman Fisik Tetap Berjaya

windsorindependent.com


Compusiciannews.com -Isu Terkini-  Memang, zaman sekarang orang lebih banyak menggemari donlot-mendolot daripada membeli rekaman musik dalam bentuk fisik (kaset atu cakram padat). Fakta dan anggapan itu memang benar adanya—atau setidaknya mendominasi perilaku (mayoritas) masyarakat kita sekarang ini. Betapapun dunia internet menciptakan ruang privat atas segala hak informasi, pada faktanya, rekaman musik (sebetulnya) masih berjaya. “Orang masih mau membeli musik dalam bentuk fisik,” ujar pengamat musik David Tarigan.

“Hampir keseluruhan pasar musik Indonesia sekarang ini adalah indie,” Bens Leo justru menegaskan hal itu. Dan pasar musik yang belakangan kian digemari tersebut memang berada dalam semangat indie—dimana kebebasan dan networking menjadi sangat penting.

Record Store Day (RSD) adalah salah satu bukti itu, bukti dimana rekaman fisik masih dinikmati, meski tidak dalam jumlah yang fantastis. Acara RSD, yang sengaja mengekspos produk-produk berbasis semangat indie ini digelar di Jakarta, dan dalam tahun ini menyusul juga akan digelar di kota-kota lain, seperti Bandung, Semarang, Malang, Yogyakarta, Palu, Makassar, Palembang, dan Samarinda. Berbagai toko berpartisipasi untuk mengikuti pameran ini.

Sebetulnya apa yang mendasari orang hingga masih mau membeli rekaman fisik di tengah gelombang “gratisan” selama ini. David Tarigan mengungkapkan: “Ini karena nilai seni, ada artwork yang tangible, selain orang menganggap rekaman fisik sangat bersifat kolektibel. Apalagi yang berbentuk piringan hitam,” ungkapnya.

RSD sendiri sudah mulai muncul sejak 2007. Bermula di Baltimore, Amerika Serikat, gerakan RSD ini meluas ke seluruh dunia, termasuk Indonesia.

 

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda