Sabtu, 20 Juli 2019

Music Technology Lifestyle

Revisi Aturan Royalti Oleh ASCAP Dan BMI Dinilai ‘Melukai’ Apple

Penulis :
Jumat, 22/08/2014 12.02.11 | Dibaca: 1600




Revisi Aturan Royalti Oleh ASCAP Dan BMI Dinilai ‘Melukai’ Apple

Layanan iTunes Radio dari Apple http://appleinsider.com/


CompusicianNews.com –Industri-  Industri musik saat ini di Amerika khususnya sedang berusaha untuk ‘menjungkir-balikan’ kebijakan pemerintah yang dimana saat ini industri musik diminta untuk melisensi lagu-lagu yang orang-orang akan medistribusikannya secara online atau streaming dengan nilai yang masuk akal

Namun 2 organisasi yang bergerak pada hak penyiaran yang mewakili industri musik di Departemen Keadilan, yakni American Society of Composer, Author and Publisher (ASCAP) serta Broadcast Music, Inc (BMI) dimana kedua organisasi ini telah ada selama beberapa dekade hendak akan merevisi tarif royalty kepada para pelaku industi khusunya bisnis layanan streaming.

Batasan-batasan yang ditetapkan pemerintah ini dulunya diterapkan pada perusahaan pada jaman Perang Dunia II karena adanya praktek monopolistik namun sekarang baik ASCAP dan BMI berusaha untuk membuat aturan aturan itu dibatasi yang nantinya akan memberikan fleksibilitas lebih kepada mereka dalam menetapkan harga royalty khususnya kepada pelaku bisnis musik streaming yang sudah menjadi hak para musisi

Jika ASCAP dan BMI berhasil, analis Rod Hall dari J.P Morgan memperkirakan dampak yang dapat ‘melukai’ Apple yang sedang berupaya membangun kubu atau benteng pada pasar musik streaming dengan layanan streaming iTunes Radio dan penawaran subskripsi ‘on-demand’ pada Beats Mussic yang baru saja diakuisisi.

“Tekanan dari atas pada harga Streaming dapat berdampak negative bagi Beats Music yang baru saja diakuisisi Apple,” kata Hall dalam catatan kepada para investor, yang merupakan salinan yang disediakan untuk AppleInsider. “Secara tipikal, dengan berupaya menerapkan harga yang naik kepada para kostumer setelah mereka membayar dengan murah cukup sulit dalam lingkungan kompetitif ini.”

Sebagaimana Departemen Keadilan memperberat kasus ini, GigaOm minggu ini memberikan sebuah ringkasan bagaimana aturan dari BMI dan ASCAP nantinya ‘melukai’ layanan streaming seperti layanan milik Apple. Saat ini, harga royalty yang terkontrol rata-rata untuk stasiun radio saja  berada pada kisaran 1,7 % dari penerimaaan stasiun radio terrestrial dan 1,85% untuk Pandora.

Padahal Pandora sebenarnya membayar sekitar 53% dari total penerimaannya di tahun 2013 karena layanan seperti ini dan iTunes Radio juga harus membayar “hak rekaman suara.” Stasiun radio terrestrial telah menghindari biaya ini berkat perawakan lamanya di masyarakat Amerika dan pengaruh politik yang menyertainya. Jika demikian, berapa yang harus dibayar oleh Apple untuk layanan musik streamingnya nanti?

Apple sendiri telah meluncurkan iTunes Radio tahun lalu sebagai layanan yang mirip Pandora yang melayani track yang berdasarkan pada preferensi pengguna. Namun dengan majunya pasar musik dalam layanan subskripsi ‘on-demand’ ini, Apple juga memilih untuk mengakusisi Beats, yang merupakan perusahaan pembuat Headphone yang juga memiliki layanan musik streaming, Beats Music . Kedua layanan streaming dilihat sebagai jalan untuk perusahaan mengimbangi menurunnya penjualan musik digital.

Dengan diakuisisinya Beats oleh Apple, Apple menempatkan CEO Beats Music, Ian Rogers untuk mempimpin iTunes Radio yang berarti menyatukan 2 layanan streaming ini dibawah satu kepemimpinan. Namun bagaimanapun juga layanan streaming Apple masih tertinggal dengan Pandora dan Spotiffy di pasaran dalam hal penggunanya. Jika disimpulkan, tahun ini adalah tahun yang penuh tantangan bagi Apple dalam upaya meningkatkan omsetnya, bagaimana perjuangan Apple kedepannya dalam melawan kebijakan royalty ini? let’s see!

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda