Selasa, 25 Juni 2019

Music Technology Lifestyle

Revolusi Aplikasi Merambah Dunia Musik Hiburan

Penulis :
Jumat, 10/10/2014 10.54.16 | Dibaca: 2371




Revolusi Aplikasi Merambah Dunia Musik Hiburan


-Fokus Utama- Berbeda dengan ajang pencarian talenta yang lain, Rising Star Indonesia (RSI) yang diadakan RCTI tidak menggunakan sistem vote dengan SMS, tapi memilih menggunakan aplikasi mobile yang biasa disebut APPS.  IOS 6.1 dan Android adalah dua sistem mobile yang terus bersaing popularitas.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Realitas lapangan membuktikan bahwa bukan hanya di produksi, pembelajaran, ataupun distribusi, teknologi digital sudah merambah dunia musik sampai ke bisnis hiburan.  Dengan kata lain, teknologi membuat musik digital menjadi bagian gaya hidup modern.

 

Revolusi Aplikasi

Revolusi Aplikasi atau Apps Revolution di dunia musik Indonesia di tandai dengan jawara-jawara musik kita yang mulai melirik dan tekun mendalami musik digital. 

Indra Lesmana dengan album 11:11 11 November 2012 termasuk salah satu pelopor apps musik yang mengejutkan.  Melalui Apple Apps Store, Indra mendistribusikan lagunya secara Indie langsung ke pembeli dengan menambah fitur-fitur video, partitur, bahkan permainan di Ipad  atau Iphone.  Sebuah terobosan yang tidak main-main.

Smartphone Ninethology dan Agnez Mo 2013 sempat mencoba menggebrak dengan mempaketkan dua dunia mereka, biarpun kelihatannya belum begitu berhasil, tapi terlihat usaha-usaha untuk masuk ke mobile music apps semakin besar. 

Agnez Mo Apps di sistem Android sendiri tetap hidup dan berkembang sebagai “etalase Agnez Mo”.    Dengan download apps Agnez,  Biografi, album lagu, artikel-artikel terkini, foto-foto, facebook, twitter, games, bahkan antar Agnezious atau penggemar Agnez Mo bisa saling berteman dan chatting.

Para pecinta musik dan sistem  android sendiri dimanjakan melalui Google play untuk memilih apps kesukaanya mulai dari Songza, Streomoods, Qello, Hi Q Mp3 Recorder, dsb.

Secara sistem revolusi aplikasi di pimpin oleh Android diikuti oleh IOS dan Windows Mobile.  Hal ini dikarenakan dukungan raksasa Google terhadap sistem open  source Android dan bahasa pemrograman Java yang memang sejak awal di setting untuk revolusi free apps.

 

Tahapan-Tahapan Musik Digital

Bobby Owinski, seorang analis senior industri musik digital, menyatakan dalam bukunya Music 4.0 bahwa industri musik digital sudah shifting  ke musik yang baru lagi ke streaming music.  Model download, biarpun masih yang terbesar pangsa pasarnya sudah mulai tersusul dengan sistem streaming.

Bobby dengan tepat menganalisa bahwa tahapan-tahapan musik digital bisa diperlihatkan sebagai berikut

Tahap #1 Music 2.0 adalah tahap musik memasuki era digital

Tahap #2 Music 2.5 adalah tahap dimana musik digital mulai “diuangkan” atau monetized.

Tahap #3 Music 3.0 adalah awal atau fajar dari model baru komunikasi langsung antara artis dan fans.

Tahap #4 Music 3.5 adalah masa dimana You Tube menjadi radio masa kini

Tahap #5 Music 4.0 adalah masa kini dimana music streaming sudah menguntungkan.

Semua tahap musik digital yang dipetakan Bobby, pada dasarnya di gawangi dengan apps-apps terkini.  Sebuah revolusi yang terlihat akan, sudah dan sedang merubah landscape dunia musik modern.

Meskipun demikian, satu hal yang perlu dicatat, digarisbawahi, dan tidak boleh dilupakan para artis adakah teknologi bisa mengubah banyak hal dalam kita berkarya dan menyampaikan hasil karya tersebut ke pendengar.  Tapi jangan pernah lupa yang paling penting adalah hasil karya itu sendiri. 

First and foremost, it all starts with the song. If you can’t write a great song that appeals to even a small audience, none of the other things matter much. (Bobby Owinski)

 

 

 

 

 

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda