Minggu, 21 Juli 2019

Music Technology Lifestyle

Sekilas Tentang Farid Stevy, Musisi dan Seniman Jogja yang Sederhana

Penulis :
Minggu, 24/09/2017 12.00.00 | Dibaca: 3732




Sekilas Tentang Farid Stevy, Musisi dan Seniman Jogja yang Sederhana

Blogspot


Compusiciannews.com - Komunitas - Jogja dikenal sebagai kota seni, salah satunya karena begitu banyakan seniman yang ada di sana, dan begitu banyaknya hasil seni yang bisa dinikmati di kota tersebut. Salah satu yang paling sering kita temui di wilayah Jogja adalah mural-mural yang menghiasi dinding-dinding kota tersebut. Salah satu seniman yang sangat berperan dalam proses kreasi tersebut adalah seniman asal Gunung Kidul, Yogyakarta, Farid Stevy.

Sosok yang selalu menyebut dirinya sebagai ‘bukan siapa-siapa’ adalah seorang seniman yang juga berperan dalam pembuatan beberapa logo terkenal. Beberapa contohnya adalah logo kereta api, yang pada tahun 2011 membuatnya memenangkan hadiah sebesar Rp. 200 Juta dari kompetisi tersebut. Ada juga film Filosofi Kopi, yang di dalam filmnya terdapat film dengan desain yang sangat ikonik. Gambar lelaki dengan wajah serius yang sedang memejamkan mata, da nada tulisan Filosofi Kopi di bawahnya, menjadi ikon film tersebut. Cangkir tersebut pun telah dibuat berbagai macam versi, mulai dari kaos, tas kanvas, atau cangkir itu sendiri. Nah, Farid Stevy lah sosok yang membuat desain cangkir di Filosofi Kopi.

Selain dua karya tersebut, masih banyak karya-karyanya yang lain, yang banyak dipamerkan di pameran-pameran seni baik pameran seni kolektif maupun tunggal. Karyanya pun bahkan sampai dipamerkan di luar negeri. Terakhir kali, Desemmber 2014 lalu, karya-karayanya seharusnya dipamerkan dalam pameran seni rupa di Singapura. Namun, karena ada acara pernikahan, ia batal menjadi peserta pameran.

Pameran-pameran tersebut memang kebanyakan dinikmati oleh kalangan terbatas. Namun, karya-karyanya juga dinikmati oleh masyarakat umum. Contohnya nya antara lain: logo PT KAI, keripik Maicih, dan warung pizza Il Mondo milik Duta Sheila on 7. Salah seorang pelanggannya, Duta Sheila on 7 bahkan menyebutkan bahwa Farid adalah “seniman idola saya”. Farid juga aktif bergelut dalam studio LIBSTUD, yang dibentuk bersama dengan tujuh orang temannya.

Farid Stevy menamatkan pendidikan di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Selain menjadi seniman seni rupa, Farid juga aktif bermusik. Sebelum tamat kuliah, ia membentuk band bernama Jenny, yang  kemudian berubah nama menjadi FSTVLST atau Festivalist. Vokalis dipegang oleh Farid Stevy. FSTVLST merupakan band indie dengan genre semi-rock.

Farid mengaku, karir bermusiknya banyak dipengaruhi musisi-musisi idolanya. Misalnya adalah  Jimi Multhazam (The Upstairs, Morfem). Ia bahkan mengatakan bahwa lirik lagu Bahasa Indonesia dapat menjadi keren karena Jimi yang menciptakannya. Ia juga mengidolakan Ugoran Prasad (Melancholic Bitch). Sementara, untuk musisi luar negeri, dia sangat suka sekali Lou Reed, Julian Casablancas, dan Bob Marley.

Dalam penampilannya di panggung, Farid Stevy sering menggunakan celana skinny hitam dengan gambar tulang kering, yang memang membuatnya nampak lebih kurus daripada yang sebenarnya. Namun, penampilan tersebut membuat sosok yang memang berbadan kurus ini lebih sangar, cocok dengan genre band yang menaunginya.

Berkebalikan dengan penampilannya di panggung, sosok Farid adalah pribadi yang ramah dan rendah hati. Selain itu, dia pun sepertinya merupakan sosok filsuf. Hal tersebut nampak dari penggalan-penggalan lirik. FSTVLST yang memiliki banyak perumpamaan. Contohnya dalah lirik hujan mata pisau" atau "keranda prasasti janjimu". Ia bahkan mengistilahkan beberapa kelompok masyarakat menjadi susuatu yang ‘soft. Misalnya, saat menyebut FPI, ia menyebutkanya sebagai “barbarian bersorban”

 

 

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda