Sabtu, 20 Oktober 2018

Music Technology Lifestyle

Seni Teater Adalah Seni Kehidupan (2)

Penulis :
Selasa, 07/08/2018 04.53.30 | Dibaca: 208




Seni Teater Adalah Seni Kehidupan (2)

Facebook


Compusiciannews.com -Sosial Budaya- Sebagai pelajar program teater, Silas dan Tiffany memiliki alasan yang sama, karena keduanya memiliki latar belakang bidang akademik yang sama, Silas adalah sarjana Komunikasi dan bidang ini cukup berkaitan dengan program teater yang dia ambil di ISI Surakarta dan Tiffany memiliki gelar  Bachelor of Art bidang teater saat dia di Zimbabwe.

Berbicara mengenai culture shocks, Silas menerangkan bahwa dia cukup terkejut dengan kebiasaan makan di Solo, porsi yang sedikit serta kebiasaan yang suka makanan serta bangunan rumah yang kecil, seperti rumah sewa yang dia tinggali dan Tiffany beranggapan bahwa rasisme masih sangat kuat dimana banyak yang masih skeptis dengan orang-orang yang berkulit gelap secara kulit Indonesia pada dasarnya hampir sama gelapnya

Bagi mereka program teater itu sangat berhubungan dengan kehidupan, bagi Tiffany, teater itu adalah cermin dari sebuah kehidupan dan Silas berkata bahwa teater itu seperti panggung kehidupan, dimana kita ada aktor dan Tuhan sebagai sutradara

Berbicara mengenai sesuatu yang mereka tidak temukan di negara asal dan mereka temukan di Indonesia adalah antusiasme warga dalam merayakan Kemerdekaan  dimana mereka melihat dekorasi pernak pernik menghiasi pemandangan kota dan kampong dan mereka berharap dapat menerapkannya di negara asal mereka.

Seni dan budaya Indonesia bagi mereka merupakan hal yang unik dan indah dan sudah seharusnya pemerintah memberikan dukungan penuh untuk membantu promosi budaya, dan saat ini banyak sekali generasi muda yang ingin berkarya namun terkendala dengan pendanaan dan Tiffany berpendapat bahwa alangkah baiknya jika pemerintah memberikn bantuan dana untuk para generasi muda bangsa yang ingin berkarya dalam seni

“Tichaonana zvakare manje manje Indonesia.” Ungkap Tiffany dalam bahasa Shona, dialek Zimbabwe yang artinya “Sampai jumpa lagi Indonesia”

E seun fun ife yin ati anfani ti e fun mi lati ba yin gbe, lati ba yin se ore ati ko lara yin. Mo mo wipe oju atun rari. E seun. Begitupun ungkap Silas dalam bahasa dialeknya yang berarti “Terima kasih atas perhatian selama ini selama saya tinggal disni dan atas kesempatannya untuk bisa belajar bersama kalian semua, sampai ketemu lagi!”

 

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda