Senin, 18 Februari 2019

Music Technology Lifestyle

Siapa Bilang Industri Musik Mati?

Penulis :
Senin, 05/05/2014 00.13.02 | Dibaca: 2072




Siapa Bilang Industri Musik Mati?

npr.org


CompusicianNews.com – Industri – Setelah heboh teknologi digital dan tutupnya toko kaset atau CD di beberapa daerah, banyak pihak kemudian menganggap bahwa industry musik Tanah Air telah mati.

Namun, anggapan tersebut justru terkesan kuno. Anggapan bahwa industry musik telah mati tentu tidak benar. Pasalnya, industry musik mempunyai cakupan yang sangat luas, bahkan batasan-batasannya terkesan kabur.

Dilihat dari arti katanya, industri adalah kegiatan memproses atau mengolah barang dengan menggunakan sarana dan peralatan, misalnya mesin. Sedangkan musik berarti nada atau suara yang disusun demikian rupa sehingga mengandung irama, lagu, dan keharmonisan (utamanya yang menggunakan alat-alat yang dapat menghasilkan bunyi). Nah, dari arti kata ‘industri musik’ tersebut sangat jelas betapa luasnya pemahaman soal industri musik dan bukan sebatas jualan kaset atau CD saja.

Industri musik dibangun atas dukungan berbagai elemen yang membuatnya terus bertumbuh. Mulai dari penyanyi, baik yang menghasilkan kaset atau mereka yang berpindah dari panggung ke panggung. Ada pula pencipta lagu yang menjual karya pada penyanyi. Sedangkan dalam pembuatan sebuah lagu atau album, melibatkan produser, pemain musik, hingga sound engineer, serta event organizer untuk keperluan promosi.

Maka, jika ada yang menyebutkan bahwa industri musik telah mati, maka bisa dipastikan bahwa pihak tersebut adalah penjual CD dan kaset itu sendiri. Justru dari tahun ke tahun industri musik semakin bertumbuh ke arah yang lebih modern. Misalnya, dengan munculnya layanan musik seperti iTunes dan Spotify yang dapat mempermudah konsumen untuk mendapatkan musik secara legal.

Kemudian, berbagai bisnis model di industry musik pun makin beragam. Sebut saja bagaimana musisi indie mengumpulkan pundi-pundi rupiah dengan cara menjual merchandise dan mengesampingkan penjualan album.  Lalu, girlband JKT48 yang menawarkan hiburan berupa tarian dan penjualan merchandise. Selain itu, konser musik juga merupakan salah satu yang menyokong industry musik.

Industri musik telah melewati era Piringan Hitam di tahun 1950-an, kaset di tahun 1960-an, CD, kemudian digital download. Bahkan, ketika orang tidak hanya bisa hadir pada suatu konser, tetapi justru menghadirkan konser dengan teknologi streaming. Kesemuanya hanya perkara pilihan. Selama orang masih suka mendengarkan musik, bermain musik, menikmati konser, atau membeli sesuatu dari musik, industry musik akan terus bertahan dan bertumbuh.

 

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda