Sabtu, 20 Juli 2019

Music Technology Lifestyle

Solo Blues Rock dan Musik Blues Rock

Penulis :
Selasa, 23/09/2014 13.24.04 | Dibaca: 4224




Solo Blues Rock dan Musik Blues Rock

Konser dan Perayaan hari jadi SBR ke 4 di Kepatihan ArtSpace Photo: Yesaya Whisnu Wardhana


CompusicianNews.com –Komunitas- Solo Blues Rock merupakan komunitas pecinta musik blues yang terkolaborasi dengan genre musik rock itu sendiri. Lahir secara resmi pada tanggal 8 Januari 2010. Dan pada tanggal 31 Januari 2014 yang lalu, bertepatan dengan libur Tahun Baru Imlek, komunitas ini mengadakan sebuah event merayakan hari jadi komunitas Solo Blues Rock yang disingkat SBR dimana mereka sudah memasuki tahun ke-4 perjalanan mereka. Event ini diberi tema “Quality of Minority” dimana maksud dari tema ini adalah membawa kualitas musik blues rock yang masih memiliki peminat yang sedikit di kota Solo pada khususnya. Event ini didukung oleh 19 band yang tidak hanya dari Solo saja tapi juga diluar Solo seperti dari Jogja, Malang dan kota-kota lainnya.

19 band ini kebanyakan adalah seorang pelajar SMA dan Mahasiswa, jadi melalui event ini banyak sekali dijumpai talenta-talenta muda yang sudah menghasilkan karya-karya yang cukup berbobot untuk kalangan anak muda saat ini.

Dekorasi panggungnya cukup unik dimana banyak sekali payung paying bergantungan dengan posisi terbalik yang menggambarkan keminoritasan dari komunitas ini dan kenapa yang dipakai paying, paying sendiri itu sebagai wujud bahwa SBR menjadi wadah untuk mengayomi bakat-bakat bermusik anggotanya.

Mas Aa, 23 tahun yang masih terdaftar sebagai mahasiswa fakultas seni, jurusan musik Etnomusikologi di Institut Seni Surakarta, Solo yang merupakan ketua dari komunitas SBR ini juga menjadi salah satu performer dalam event tersebut. Bandnya yang bernama Jungkat-jungkit telah menampilkan karya-karya orisinilnya dan salah satunya berjudul ‘Jungkat-jungkit’ yang akhirnya menjadi nama dari band yang dibawanya. Arti dari nama jungkat-jungkit itu sendiri adalah keseimbangan diantara anggota band.

Blues Rock sendiri sebenarnya merupakan musik yang sudah lama disukai di Indonesia, hal ini bisa kita lihat seperti Band Slank yang sudah senior dan melegenda di industri musik tanah air. Di era 90an sampai awal tahun millennium, band Slank ini mengalami puncak kejayaan, setiap konser yang diadakan selalu mengundang banyak fans. Fansnya tidak hanya dari masyarakat biasa saja tapi juga para selebritis-selebritis tanah air juga.

Selain itu juga ada Gugun and the Blues Shelter, band ini sudah lahir sejak tahun 2004 dengan nama Blues Bug tapi akhirnya berganti nama dikarenakan Blues Bug sudah ada yang memakai terlebih dahulu. Salah satu anggotanya, Jojon yang merupaan pria bule berkebangsaan Australia yang sering muncul di layar televis komedi dan infotainment. Saat ini Jojon sudah memiliki 3 orang anak hasil pernikahannya dengan Fauziah, wanita asal Aceh yang ditemuinya saat Jojon sedang bertugas sebagai voluntir kesehatan saat Aceh dilanda Tsunami.

Untuk band internasional sendiri juga sudah cukup popular, kita tahu seperti The Beatles, ZZ Top, Aerosmith dan masih banyak lagi, mereka semua adalah musisi blues rock yang sudah sangat melegenda di Indsutri musik dunia.

 

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda