Kamis, 26 April 2018

Music Technology Lifestyle

Sosialisasi Lagu Indonesia Raya dengan 3 Stanza

Penulis :
Kamis, 07/09/2017 10.57.22 | Dibaca: 571




Sosialisasi Lagu Indonesia Raya dengan 3 Stanza

Seminar dan DIskusi Bunyi Merdeka Lagu Indonesia Raya dengan 3 Stanza Foto Oleh : Yesaya Whisnu Wardhana


Compusiciannews.com -Sosial Budaya- Dalam rangka mensosialisasikan hasil rekam ulang lagu Indonesia Raya dengan 3 stanza, PNRI Cabang Surakarta atau yang dikenal sebagai Lokananta menggelar acara seminar dan diskusi "Bunyi Merdeka" sosialisasi tutorial Indonesia Raya

Rekam ulang telah dilakukan pada 20 Mei 2017 lalu dan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan menunjuk Lokananta Solo sebagai tempat dilakukannya proses rekam ulang.

Rekam ulang  dilatar belakangi karena secara teknis, nada dasar atau tempo lagu Indonesia Raya belum memiliki standar baku, dan alasan lain adalah rendahnya memori kolektif masyarakat tentang sejarah cerita di balik lirik Indonesia Raya 3 stanza.

Seminar yang digelar di Ruang Seminar, Gd FISIP Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) pada hari Rabu (06/09) ini menghadirkan 3 Narasumber, yaitu Dr. Restu Gunawan M. Hum selaku Direktur Kesenian Direktorat Jendral Kebudayaan Kemendikbud, Mifta Zubir, S.Sn selaku kepala PNRI Surakarta atau Lokananta dan Akhmad Ramdon, S.Sos, M.A yang adalah Dosen FISIP UNS, serta Taufik Cahya Sudirman selaku moderator yang merupakan mahasiswa FISIP semester akhir UNS.

Dalam seminar dan diskusi tersebut, Dr. Restu Gunawan., M.Hum mengatakan bahwa ini adalah salah satu bentuk literasi seni dan beliau yang merupakan alumnus UNS angkatan 1987 ini juga mengatakan bahwa kesenian tidak hanya sekedar dilakukan tapi juga perlu diketahui alasan penerapannya.

"Dengan berkesenian, kita melatih rasa percaya diri," begitu ungkap Dr. Restu Gunawan M.Hum dalam seminar

Selain itu, sosialisasi lagu Indonesia Raya dengan 3 stanza ini didorong juga adanya peraturan pemerintah yang berlaku. Harapannya nanti, versi 3 stanza Indonesia Raya ini dapat dinyanyikan khususnya di Sekolah-Sekolah  sebelum KBM dimulai.

Lokananta Solo dipilih sebagai saksi proses rekam ulang Indonesia Raya karena faktor sejarah dimana Lokananta merupakan lambang dari kebangkitan musik kala itu.

Perilisan resmi akan dilakukan pada 28 Oktober 2017 mendatang di Jakarta namun versi rekam ulang Indonesia Raya dengan 3 stanza ini langsung diunduh di www.laguindonesiaraya.id dan versi baru Indonesia Raya ini hadir dalam 5 konsep musik, yaitu iringan piano, simfoni, sono, fan fare dan orkes harmoni.

Mifta C. Zubir menjelaskan bahwa perbedaan lainnya yang ada pada versi ini adalah dilibatkannya para pemuda pemudi Indonesia dari Gita Bahana Nusantara, band orkestra pengiring upacara bendera di Istana Merdeka, dimana sebelumnya rekaman orkestra Indonesia Raya pertama dilakulan di Australia pada tahun 1958 dan oleh warga Australia pula dikarenakan kurangnya SDM Indonesia untuk pemain orkestra kala itu

Hadir pula sebagai tamu kehormatan, ada Sruti Respati yang hadir untuk tampil menampilkan lagu dolanan secara medley dengan aransemen modern, dan Ibu Waljinah, penyanyi senior yang karyanya dimulai di Lokananta Solo.

Menjelang hari perilisan resmi lagu Indonesia Raya dengan 3 stanza pada 28 Oktober 2017 mendatang, selain mengadakan seminar dan diskusi ini, Lokananta bekerja sama dengan beberapa fakultas di UNS dan komunitas di Solo untuk menggelar beberapa event, seperti pameran mural dan pentas musik di gedung Lokananta pada 28 September mendatang dan acara ini bekerja sama dengan Fakultas Hukum UNS, kemudian ada pameran foto dan pentas musik, kerjasama dengan BAPEMA FEB UNS pada 29-29 Oktober di gedung Lokananta, pameran Komik dengan Ikatan Komikus Solo yang digelar di gedung Lokananta pula pada 14-20 September dan pameran arsip pada 12-19 Oktober 2017 mendatang di Gedung Lokananta.

Pertunjukan musiknya nanti akan didukung oleh Meltic, Fourtwnty, Sruti Respati, Figura Renata, FISIP Meraung dan Merah Bercerita. 

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda