Rabu, 20 Februari 2019

Music Technology Lifestyle

Spark Berikan Solusi Daerah Terpencil Di Afrika

Penulis :
Rabu, 09/07/2014 14.06.41 | Dibaca: 1535




Spark Berikan Solusi Daerah Terpencil Di Afrika

gizmag.com


CompusicianNews.com –Artistik- Selama 15 tahun sebagai seorang pemain perkusi dengan band elektronika Inggris Faithless, Sudha Kheterpal telah menghabiskan malam-malamnya dengan energik dalam pesta yang selalu diramaikan Cymbal, Drum dan High-hats, akhirnya membuat dia terinspirasi membuat bagaimana kekuatan musik dapat diperluas lebih dari gerakan tangan yang memukul-mukul dan pinggul yang bergoyang dalam keramaian. Dia sekarang bekerja sama dengan desainer dan engineer untuk mengembangkan Spark, yang merupakan  sebuah shaker yang memanfaatkan energi kinetik dengan tujuan membawa daya dalam dunia yang berkembang.

Menurut Bank Dunia, sekitar 70% masyarakat Afrika tidak terhubung dengan alat-alat yang berdaya listrik dan mereka hanya bergantung pada lilin dan lantera yang berbahan-bakar minyak tanah untuk penerangan. Spark dirancang untuk menawarkan tidak hanya sebuah alternative untuk solusi penerangan tapi juga bagaimana menghubungkan penduduk dari daerah terpencil dengan layanan pengobatan, pendidikan dan perbankan

Spark bekerja dalam cara yang sama seperti generator listrik lain seperti Vibration Energy Cell dari Brother dan nPower PEG. Bersamaan dengan beads untuk membuat musik, didalamnya terdapat magnet yang dapat menggerakan kumparan tembaga bersamaan saat instrumen digerakan yang juga dapat menciptakan aliran dan mennambah daya batrey. Menurut Kheterpal, 12 menit jamming dapat menghasilkan dayak listrik cukup untuk menjalankan cahaya USB eternal selama 1 jam

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Meskipun alat ini berada ditangan yang handal dalam menggerakannya, alat ini masih sulit untuk memberikan daya ke semua komunitas. Diharapkan meskipun alat ini kecil namun dapat memberikan perbedaan yang penting. Kheterpal telah menguji purwapuranya dengan beberapa komunitas di Kenya dan mengantisipasi aplikasi seperti menjadi penunjuk jalan bagi para anak-anak yang pulang sekolah saat malam hari dan menyediakan cahaya lampu untuk membaca di malam hari

Dia juga telah masuk dalam kampanye Kickstarter untuk pengembangan purwapura lebih dalam dan mengestimasi skala produksi Spark. Dengan target US$ 85.000, Kheterpal fokus untuk menghasilkan dana yang cukup untuk meningkatkan bahan material dan kapasitas daya dengan menambah fitur charge untuk telpon mobile atau seluler dan mendistribusikannya ke sekitar 1000 rumah di Kenya. Dia berharap bahwa alat yang juga merupakan pengembang pendidikan ini dapat membantu anak-anak dalam belajar sains, musik dan teknik untuk membuat instrumen sendiri untuk belajar mengenai teknologi. Direncakan alat ini akan dijual dengan harga US$ 260 dan dipasarkan mulai maret tahun depan.

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda