Kamis, 18 Juli 2019

Music Technology Lifestyle

Spotify dan Apple Music, 2 Platform Streaming Pembalik Keadaan

Penulis :
Rabu, 17/02/2016 12.31.58 | Dibaca: 1341




Spotify dan Apple Music, 2 Platform Streaming Pembalik Keadaan

billboard


Compusiciannews.com -Industri- 2 layanan musik terbesar terus bertumbuh pada nilai yang cukup impresif. Spotify sekarang memiliki 30 juta pengguna berbayar di seluruh dunia begitu menurut sumber yang dilangsir oleh media Bilboard dari artikel Financial Times yang dirilis pada 16 Febuari 2016 lalu yang dinilai secara umum akurat. Artikel ini tidak mengutip jumlah pengguna bulanan Spotify yang menggabungkan  pengguna berbayar dan pengguna fremium.

Pencapaian besar diraih Spotify pada Juni 2015 lalu dimana tercatat 20 juta pengguna berbayar. Dan kemudian jumlah itu bertambah menjadi 25 juta pada akhir tahun 2015 lalu, meskipun jumlah pastinya belum diketahui. Ini adalah informasi baru yang mengemukakan pertumbuhan Spotify yang mengakselerasi sejak awal 2016.

Subskripsi kembali bertumbuh pada platform lini kedua. Seminggu sebelumnya, pimpinan Apple Craig Federighi dan Eddy Cue mengumumkan Apple Music telah melewati 11 juta pengguna berbayar. 10 juta diperoleh pada akhir tahun 2015 dimana pertumbuhan pesat ini diraih karena layanan trial gratis yang diberikan Spotify selama 3 bulan dari peluncuran resminya yang berakhir pada akhir September 2015 lalu.

Update ini mengatakan 2 hal penting mengenai pertumbuhan layanan subskripsi.

Pertama, pertumbuhan dalam subskripsi cepat. Spotify telah menambahkan 10 juta pengguna selama 6 atau 7 bulan terakhir sebelumnya telah bertambah 10 juta dalam waktu 13 bulan ( Mei 2014 hingga Juni 2015). Pasar subskripsi mengalami kemuduran saat itu, seperti Muve Music yang kehilangan 3 juta pelanggan dan Rdio bankrut. Layanan pesan instan Line baru saja mengumumkan akan menutup MixRadio, setahun setelah membeli layanan ini dari Microsoft. Namun Spotify sendiri telah menambahkan jauh lebih besar dibanding layanan lainnya yang mengalami kerugian besar.

Kedua, Apple Music sedang mengakselerasi trend pertumbuhan subskripsi. Tahun lalu, layanan subskripsi ini berada pada perhentian yang cukup berat sementara pengguna-pengguna baru mengambil keuntungan dari masa periode trial Apple Music. Dan sekarang layanan ini telah mencapai 11 juta pengguna yang setidaknya banyak pengguna baru yang mendaftar dan itu berkat paket Family Plan yang ditawarkan  sejak awal September tahun lalu. Sementara mungkin bagi Apple Music untuk mengalihkan pertumbuhan layanan lain, dengan memberikan rata-rata pertumbuhan Spotify dan ukuran bayaran untuk setiap lagu yang dimainkan, Apple Music memiliki 11 juta pengguna yang dimana mereka harus membayar setiap bulannya. Dengan keberadaannya secara global dan hubungannya dengan ratusan juta pengguna layanan musik, Apple memiliki kemampuan untuk menarik pelanggan barunya dengan cara unik.

Lika-liku adopsi subskripsi memiliki kesempatan yang baik dalam mengakselerasi lebih jauh. Baik itu yang ddidirikan Spotify atau Apple yang memiliki budget berlebih berkemampuan meningkatkan produk mereka dan memperluas usaha pemasaran mereka. Namun kompetitor besar lainnya membayang-bayangi. Subskripsi on-demand dari Pandora yang akan kemungkinan hadir dalam beberapa waktu tahun ini. Pimpinan perusahaan berkatan bahwa mereka secara konservatif memperkirakan untuk mengkonversi 10% dari jumlah pendengar bulanan radio internet sebesar 81 juta.

Produk-produk ini jauh dari mainstream namun pada akhirnya subskripsi musik memperoleh kenaikan. Netflix, poin utama dari perbandingan untuk layanan subskripsi berbayar saat ini memiliki 75 juta di tahun 2015 dan memperkirakan ada 6 juta lebih untuk quarter pertama tahun ini. Sementara itu layanan musik jauh dari layanan video dan dirasakan mereka pada akhirnya membalikan keadaan.

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda