Senin, 18 Februari 2019

Music Technology Lifestyle

Stop Gunakan Kata “Jangan” Pada Anak

Penulis :
Sabtu, 04/03/2017 12.00.00 | Dibaca: 1067




Stop Gunakan Kata “Jangan” Pada Anak

SMI Solo


Compusiciannews.com -Advertorial- Rabu (17/02), SMI (Sekolah Musik Indonesia) Solo kembali menggelar kegiatan rutinnya sebagai bentuk kepedulian kepada para customer, yakni orang tua murid dengan menggelar Parenting Session pada pulkul 16.00 WIB di loby SMI Solo yang berlokasi di Jln. Veteran No.2 Surakarta.

Seperti biasanya acara ini berkonsep cukup santai dan topik yang dibawakan adalah “Membawa Anak Keluar dari ‘Penjara Tidak Bisa’”  dan pada pertemuan itu menyuguhkan 2 permasalahan, yang pertama adalah bagaimana mendidik anak untuk mau belajar dan mengasah kemampuan mereka dan permasalahan yang kedua adalah bagaimana cara menasehati anak tanpa menggunakan kata “Jangan”

Hadir sebagai pakar dan narasumber, tak lain dan tak bukan adalah Miss Maria Herlina Limyati Wijayanto, MSi, Psi selaku koordinator akademik di SMI Solo yang juga adalah pemerhati psikologis anak. Dalam parenting session ini, Miss Maria, panggilan akrab ibu beranak 3 dan juga salah satu staff pengajar di SMI Solo itu mengatakan bahwa untuk mendidik anak dalam hal kemampuan, orang tua perlu mengetahui passion anak itu dan mengajarkan ketekunan, karena segala sesuatu harus ditekuni hingga menjadi professional dan orang tua juga harus mampu memberikan penjelasan yang bisa dimengerti anak kenapa mereka harus belajar mata pelajaran dengan menggunakan ilustrasi, misal belajar IPA, mungkin orang tua bisa menggunakan perumpamaan tumbuh-tumbuhan dan binatang atau kejadian alam yang bisa mereka ketahui melalui pelajaran IPA atau sains.

Dan orang tua perlu mengetahui media-media yang dapat membatu anak-anak dalam belajar, salah satunya yang paling direkomendasikan adalah Musik. Dengan musik anak-anak akan lebih mudah dalam proses pembelajarannya. Musik sendiri didalamnya memiliki komponen numerik dalam bentuk notasi dan kosakata dalam bentuk lirik yang beberapa pakar berkata dapat menyeimbangkan otak kanan dan otak kiri

Hindari kata “Jangan” saat melarang anak untuk tidak melakukan sesuatu yang berbahaya atau kurang baik karena saat kita berkata “Jangan” pesan itu belum bisa dimengerti atau diresponi oleh anak dengan baik pada umumnya, justru saat orang tua berkata “Jangan” anak akan cenderung melakukan sebaliknya. Solusinya adalah diberi penjelasan dengan perumpamaan, misal “Jangan makan permen kebanyakan!” ganti dengan “Supaya giginya tidak rusak, makan roti aja ya, permennya bisa besok-besok lagi kan kemarin sudah makan permen” atau menggunakan kalimat persuasif lainnya tanpa melibatkan kata “Jangan”

Intinya dari acara ini adalah bahwa pada dasarnya setiap orang tua harus melakukan interaksi yang intense kepada anak-anak mereka dengan memberikan berbagai pengertian lewat perumpamaan dan cerita sehingga anak-anak nantinya tidak merasa terbebani jika mereka pergi ke sekolah atau saat belajar sesuatu yang baru.

 

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda