Senin, 24 Juni 2019

Music Technology Lifestyle

Suguhan Musik Tidak Biasa di “Bukan Musik Biasa”

Penulis :
Kamis, 02/10/2014 09.25.50 | Dibaca: 3027




Suguhan Musik Tidak Biasa di “Bukan Musik Biasa”

Paolo Rossi dan instrumennya Thomas Y. Anggoro


CompusicianNews.com -Sosial Budaya- Sebab itulah, beberapa gelintir seniman Solo yang memiliki perhatian terhadap musik minoritas di luar mainstream tersebut membuat acara rutin dua bulanan bertajuk “Bukan Musik Biasa” (BMB). Agenda ini, selain pementasan, juga dilanjutkan dengan diskusi, jadi, selain audiens mendapatkan hiburan, juga mendapatkan wawasan.

BMB sudah memasuki gelaran yang ke-42. Malam itu (30/9) hadir mementaskan dan mempresentasikan karya mereka, yaitu Pikaso (Pinggir Kali Sonto), Paolo Rossi (Italy), dan Lucas Abela (Australia). Acara ini juga menghadirkan Erie Setiawan sebagai Pembicara, dengan Moderator Danis Sugiyanto.  

Pikaso adalah kelompok perkusi barang bekas yang beranggotakan anak-anak yang hidup di bantaran sungai (kali Sonto) yang terletak di Jagalan. Mereka tampil dengan penuh semangat membawakan lagu-lagu populer dan lagu-lagu karangan mereka sendiri. Sementara Paolo Rossi mementaskan musik elektronik dan elektro-akustik. Selain memainkan saxophone Rossi juga memainkan Sape’, instrumen musik tradisi Kalimantan, ditambah hadirnya mantra. Ia menggabungkannya secara harmonis dalam komposisi yang dikerjakan spesial untuk BMB.

Yang menggetarkan dari konser malam itu adalah penampilan dari Lucas Abela, yang membawakan musik yang tidak bisa, yaitu dengan instrumen dari kaca. Kaca dibuat oleh Lucas menjadi memiliki bunyi dan memiliki karakter suara yang unik karena ia menyambungkannya dengan sensor, beberapa efek, dan analog synth. Musiknya memang noise, tapi terlihat unik di mata audiens yang menikmatinya.

BMB adalah sebuah kegiatan yang pantas kita dukung bersama, karena menawarkan nilai-nilai pengetahuan yang sayang jika kita lewatkan begitu saja. 

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda