Senin, 22 Juli 2019

Music Technology Lifestyle

Teknologi Tidak Menghancurkan Industri Musik, Namun Penggemar Musik Sendiri

Penulis :
Jumat, 25/09/2015 14.19.28 | Dibaca: 1138




Teknologi Tidak Menghancurkan Industri Musik, Namun Penggemar Musik Sendiri

compusiciannews.com


Compusiciannews.com -Industri- Suatu proposisi yang mengerikan saat membayar para artis atas karya musik mereka menjadi aksi voluntir kebaikan dibanding pertanggung jawaban konsumen dalam menikmati sebuah lagu. Penggemar musik gratis mengalir bak air mengalir, biaya yang dipakai artis untuk menciptakan sebuah karya tidak akan terkover selama fans hanya mau menikmati lagu secara gratis. Tidak ada salahnya menikmati lagu gratis tapi harus ada suatu pengecualian. Para artis dibalik industri musik perlu menerapkan suatu standard dan ekspectasi. Beberapa hal yang perlu diketahui  dari persoalan ini, sebagai berikut;

1. Ideology dibalik musik geratis telah menghancurkan pekerjaan para musisi dan label independen.

Ditengah-tengah transformasi ini, para penggemar menjadi peka terhadap fakta bahwa musik gratis yang mereka konsumsi diciptakan oleh artis  yang harus mencukupi kebutuhan hidupnya dari karya musik yang mereka buat. Kekeliruan yang menjadi pola pikir fans adalah bahwa para artis dan musisi itu sudah kaya, pola pikir itu terbentuk berkat acara MTV Cribs yang menunjukan betapa kayanya para penyayi dan musisi.

2. Kenyataanya, hanya 1 % dari para artis dan musisi yang berhasil memenuhi kebutuhan dari karya musik mereka.

Namun, para penggemar musik gratis telah disadarkan untuk percaya bahwa kenikmatan musik gratis diperoleh dari label musik sementara para artis dan musisi kelaparan.

3. 99% dari para artis dan musisi kurang terpromosikan.

Para penggemar musik dan artis serta musisi harus berada dalam suatu persetujuan berhubungan dengan bagaimana suatu karya musi itu dapat diuangkan dengan menggunakan praktek-praktek yang adil dan jujur sehingga tidak ada pijak yang dirugikan.

Industri musik begitu brutal, seperti seekor monster yang menerkam para artis dan memuntahkannya kembali.

Bagaimana jika artis dan musisi lelah dan berhenti berkarya? Apa yang akan terjadi? Pastinya kebangkrutan terjadi pada stasiun radio, label musik dan took-toko musik. Bayangkan saja, film favorit kita tidak ada musik yang mengiringi. Seperti yang dikatakan sebelumnya, ini adalah proposisi yang mengerikan.

 

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda