Kamis, 18 Juli 2019

Music Technology Lifestyle

Tips Memainkan Keyboard bagi Pianis

Penulis :
Senin, 14/07/2014 16.16.50 | Dibaca: 14400




Tips Memainkan Keyboard bagi Pianis

wallnino.com


CompusicianNews.com -Keyboard Arranger- Kadang tidak dimengerti bagi orang awam, bahwa biarpun bentuk fisiknya serupa antara piano, keyboard, electone, arranger, dan midi controller tapi cara memainkan ada perbedaan.  

Kadang pemain piano menjadi mati ketika diberi keyboard, kebalikkanya pemain keyboard seakan mati kutu ketika harus bermain solo piano.  Jadi memang masing-masing ada kekhususan cara bermain. Ada pemain-pemain berbakat yang secara natural bisa menempatkan diri sebagai pianis, keyboardist, pemain organ solo, ataupun sebagai "filler" (pengisi efek ataupun layer suara), tapi ada yang harus dilatih dan diajar untuk itu.

Berikut adalah tips untuk pianis yang mencoba untuk bermain keyboardis dalam sebuah band. Tips ini dapat digunakan ketika bermain organ tunggal di electone ataupun personal arranger.

1. Kuasai Operasional Keyboard

Pemain piano klasih kebanyakan gaptek.  Ketika dihadapakan dengan keyboard yang tombolnya banyak rata-rata malas untuk belajar manualnya.  Tombol-tombol switching suara, dan bagaimana perilaku suaranya ketika pindah-pindah suara harus dipelajari dan terbiasa dengan itu.

 Jangan sampai salah pijat tombol ditengah performance.  Bagi yang lebih advance, ada fungsi-fungsi otomasi dengan MIDI controller yang harus disetting terlebih dahulu.  Kuasai dengan baik.

2. Patching (Memilih Suara)

Berbeda dengan piano, keyboard terdiri dari banyak suara.  Ratusan sampai ribuan suara bisa membingungkan apabila tidak dipersiapkan.  Menghafalkan nomer patch juga tidak terbiasa bagi pemain piano.  Dalam keyboad-keyboard modern, biasanya sudah dikelompokkan antara piano, organ, strings, brass, effect, pad, drum, dsb.  

Masing-masing vendor seperti Roland, Korg, Kurzweil, atau Nord memiliki keunggulan patchnya masing-masing.  Dibelakang meraka ada sound designer (pemrogram suara) yang khusus membuat patch yang khas mereka.  

3. Efek-Efek

Biarpun tidak sebanyak gitar listrik, pemain keyboard harus mengerti efek-efek yang bisa dimainkan secara live performance.  Juga bagaimana menggunkan slider untuk efek sliding di keyboard.  Beberapa keyboard memiliki tombol-tombol efek tersendiri seperti misalnya efek speaker leslie untuk hammond organ.

4.  Mainkan Semirip Mungkin Dengan Aslinya

Pemain keyboard sering disebut juga pemain Synthe (synthesizer). Karena keyboard berisi suara-suara sinthesis (tiruan) dari yang asli.  Dengan teknologi sampling yang terbaru, suara-suara itu record dari suara aslinya.  Telinga awam tak akan mampu membedakan apabila suara-suara "asli" ini dimainkan dengan cara yang benar seperti pemain aslinya.

Misalnya memainkan biola dengan synthe.  Ada lompatan-lompatan nada yang secara fingering tidak mungkin dilakukan oleh pemin biola. Pemain keyboard sering tidak memikirkan hal itu.  

5.  Memainkan partnya serapi mungkin

Pemain keyboard dalam setting sebuah band popular kadang-kadang lupa dia tidak main sendiri seperti ketika bermain piano.  Ada drum, bass, gitar, backing vocals, dll.  Pemain yang berasal dari pianis tunggal apalagi jazzer biasanya 'terlalu ramai' dalam menggiringi.

Smooth, bersih, dan atur dinamika bermain membuat tim band yang lain akan suka bermain dengan kita.  Apabila tidak, kemungkinan kita di depak dari band sangat besar.  

Dasar-dasar bermain piano bagaikan belajar tata bahasa, kosa-kata, dan dasar-dasar berbahasa. Bermain synthe bagaikan menulis puisi, prosa, pantun, dsb.  Masing-masing seni yang harus dipelajari.  Selamat bereksplorasi.

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda