Senin, 22 Juli 2019

Music Technology Lifestyle

Twitter Investasikan US$70 Juta Demi Caplok SoundCloud

Penulis :
Selasa, 28/06/2016 09.00.00 | Dibaca: 1275




Twitter Investasikan US$70 Juta Demi Caplok SoundCloud

http://hitsdailydouble.com/


Compusiciannews.com - Industri - Kabar gembira datang bagi pengguna Twitter. Saat ini jaringan media sosial tersebut telah menggembangkan sayapnya bergandengan tangan dengan SoudCloud. Aplikasi yang didirikan di Berlin, Jerman oleh desainer suara Alex Ljung dan musisi Eric Wahlforssa ini mendapat dana segar dari Twitter.

Hal tersebut bermula kabar dua tahun lalu yang mengatakan Twitter hendak mengakuisisi layanan rekaman dan berbagi musik, SoundCloud. Kabar itu kemudian hilang bagai ditelan bumi karena tidak kunjung terjadi. Kini, meski tak membeli sepenuhnya, kabar bahwa Twitter akhirnya menanam modal besar ke SoundCloud senilai 70 juta dollar AS atau setara Rp 933 miliar terbukti juga.

Investasi itu digelontorkan Twitter pada sesi bursa dengan nilai saham berkisar 100 juta dollar AS atau sekitar Rp 1.300 miliar. Dengan kata lain, melalui uang sebesar 70 juta dollar AS, Twitter membeli saham mayoritas pada ronde itu.

CEO Twitter Jack Dorsey tidak ingin mengumbar alasan di balik penanaman modal besar itu untuk Soundcloud. Ia hanya membenarkan bahwa Twitter kini memiliki saham di aplikasi yang cukup populer tersebut.

"Kami berinvestasi di SoundCloud melalui Twitter Ventures. Ini untuk membantu beberapa upaya kemitraan kami dengan para kreator," ujarnya sebagaimana dilaporkan Recode dan dihimpun KompasTekno. Juru bicara SoundCloud tersebut juga menambahkan bahwa investasi Twitter memungkinkan SoundCloud untuk fokus membangun nilai lebih untuk kreator dan pendengar.

"Kami juga akan segera meluncurkan secara global layanan berbayar SoundCloud Go," tuturnya menjelaskan.

Namun, sayangnya belum jelas apakah investasi Twitter ke SoundCloud akan berujung pada kerja sama strategis yang spesifik atau tidak. Beberapa orang menduga investasi ini untuk meningkatkan integrasi layanan SoundCloud dan Twitter sehingga dapat menumbuhkan bisnis sang mikroblog. Di lain sisi, SoundCloud dikatakan mengambil untung dengan meningkatkan akses promosi layanan berbayarnya via layanan jejaring social dan mikroblog itu.

Twitter sendiri sudah pernah berusaha membuat sebuah pelayanan musik dengan meluncurkan Twitter Music pada 2013. Namun, sayang layanan itu ditutup setahun kemudian.

Aplikasi musik Twitter berfungsi untuk membantu pengguna menemukan musik baru berdasarkan ke musik yang sering didengarkan oleh orang-orang yang menggunakan aplikasi itu di Twitter.

Kevin Thau merupakan salah satu orang yang telah mengembangkan projek musik Twitter sejak awal dan juga orang yang menemukan We Are Hunted, tim kecil yang aplikasinya di akuisisi oleh Twitter dan pada akhirnya menjadi Twitter Music.

Sebelum menggarap Twitter Music, Thau menangani tim desain dan engineer mobile Twitter, yang bertanggung jawab atas peluncuran versi pertama aplikasi mobile situs tersebut. Saat itu, Twitter menyatakan akan mencari cara baru untuk membuat konten berbasis musik pada layanan microblogging mereka.

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda