Rabu, 20 Juni 2018

Music Technology Lifestyle

YouTube Dicerca Karena Masukan Video Penembakan Masal dalam Daftar Trending

Penulis :
Kamis, 22/02/2018 12.02.47 | Dibaca: 318




YouTube Dicerca Karena Masukan Video Penembakan Masal dalam Daftar Trending

billboard


Compusiciannews.com -Isu Terkini- YouTube dicerca habis-habisan pada hari Rabu pagi (21/02) karena mempromosikan video pada daftar trendingnya yang berisi mengenai salah satu korban selamat dari peristiwa penembakan yang terjadi di SMA Marjory Stoneman Douglas dan digagas sebagai aktor.

Korban selamat bernama David Hogg merupakan pendukung vokal dari hukum penggunaan senjata berapi disaat tragedi sang penemmbak menewaskan 17 orang di SMA itu dan menyebabkan dia menjadi subyek kospirasi online terkait agenda penetapan anti senjata berapi.

Pada hari Rabu pagi itu, video berjudul David Hogg the Actor menjadi trending nomor 1 di YouTube dengan jumlah view sekitar 200,000. Video itu menunjukan rekaman dari stasiun berita lokal dimana Hogg diwawancara.

Setelah seruan atas teori konspirasi ini menjadi video teratas dari daftar YouTube yang telah dilihat oleh sejumlah netizen besar, platform berbagi video milik Google itu menghapus video itu dari situs. Juru bicara platform bahkan mengeluarkan pernyataan bawa tidak seharusnya video itu ditayangkan di YouTube. Karena video ini berisi rekaman dari stasiun berita.

Daftar trending video di YouTube berdasarkan pada kompleks algoritma berdasarkan view dari audiens YouTube.

Pada bulan Oktober tahun lalu, platform berbagi video ini juga menghadapi masalah yang sama setelah mengedarkan video teori konspirasi terkait penembakan di Las Vegas dan sejak saat itu, YouTube berkata telah mengubah sistem algoritmanya yang akan memberikan hasil pencarian dari berita-berita mainstream dan sumber-sumber yang terverifikasi.

YouTve, Facebook dan Twitter sama-sama dihujat tahun lalu karena ketidakmampuan untuk mencegah berita-berita palsu dari platform mereka, masalah ini dimulai dari penggunaan sosial media di Rusia untuk mempengaruhi Pilpres Amerika Serikat pada 2016 lalu.

 

 

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda