Review Film “Cek Toko Sebelah” yang Kini Sedang Hits di Bioskop

 

Compusiciannews.com – Film – Setelah sukses dengan film debutnya, Ngenest (2015) yang sukses meraup lebih dari 500 ribu penonton dalam 12 hari, Ernest Prakasa kembali hadir dengan karya terbarunya yaitu film Cek Toko Sebelah yang dirilis 28 Desember 2016 lalu. Tidak hanya hadir sebagai pemain, di film ini Ernestpun berperan sebagai sutradara dan penulis script. Seperti pada film sebelumnya, Cek Toko Sebelah masih berkisaran tentang isu etnis Tionghoa. Secara garis besar, film ini menggabungkan unsur drama dan komedi. Anda akan berurai airmata tidak hanya karena jokes yang ada, namun juga kisah drama yang mengharukan.

Diceritakan kakak beradik, Yohan (Dion Wiyoko) menjadi sosok kakak yang selalu dibandingkan dengan adiknya, Erwin (Ernest Prakasa). Ada permasalahan mendalam antara Yohan dengan sang ayah, Koh Afuk (Chew Kin Wah) sehingga tercipta suasana yang dingin antara kedua pemain. Memasuki usia senja membuat Koh Afuk yang sering sakit-sakitan berniat mewariskan toko kelontongnya ke putra bungsunya, Erwin. Mendengar keputusan ini, si sulung Yohan tidak terima karena merasa dilangkahi, terlebih dia dan istrinya Ayu (Adinia Wirasti) merasa lebih membutuhkan toko untuk menyokong kehidupannya. Di lain pihak, Erwin yang memperoleh amanat justru mengalami kebimbangan. Karirnya sedang gemilang hingga akan dipromosikan ke Singapura, belum lagi kekasihnya, Natalie (Gisella Anastasia) yang merasa keberatan atas keputusan Erwin untuk mencoba mengurus toko selama sebulan.

Dalam film ini Chew Kin Wah mampu memberikan penggambaran yang bagus sebagai sosok ayah yang tampak tangguh di luar namun menyimpan kegundahan hati mendalam. Dion Wiyoko menampilkan performa hebat dalam meluapkan emosi dengan meledak-ledak ataupun dikala mencurahkan kesedihan lewat kata-katanya. Sementara Adinia Wirasti menyejukkan sekaligus menghangatkan cerita diantara panasnya perseteruan anggota-anggota keluarga.

Dengan mengumpulkan teman-teman sesama komika jelas merupakan langkah tepat yang diambil Ernest. Mereka menjadi senjata ampuh untuk menciptakan tawa lepas dari penonton. Sulit untuk tidak terpingkal-pingkal setiap kali Dodit Mulyanto, Adjis Doaibu, Awwe, Yusril Fahriza, sampai, Asri Welas, menampakkan diri di layar. Mereka mencuri perhatian di setiap kemunculannya masing-masing. Setiap dialog, setiap adegan, setiap jokes terasa sangat lokal. Tidak susah untuk memahami dan merasa akrab dengan apa yang kita saksikan di layar. Poin plus lainnya adalah original soundtrack yang dibawakan oleh The Overtunes yang berkolaborasi dengan Gamaliel, Audrey, dan Cantika disajikan secara apik.

Yang menjadi kelemahan film ini adalah kurangnya interaksi yang kuat antara dua bersaudara sampai ayah mereka jatuh sakit di tengah cerita. Sosok Erwin pun kurang dieksploitasi sehingga penonton tidak bisa bersimpati dan mengerti keadaannya. Ernest juga tidak memberi kesempatan para penonton untuk mengenal karakter dari setiap peran yang dimainkan oleh para aktor dan artis.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *