“Revolusi Software” dan Masa Depan Musik

 

CompusicianNews.com -Software- Musik dan kebudayaan berkembang dalam korelasi positif.  Semua kebudayaan sekuno apapun memiliki kandungan musik di dalamnya. Musik tribal (suku) yang melekat dengan ritual keagamaan dan peradaban terus berkembang sampai dunia modern menemukan alat-alat musik yang kita kenal sekakarang seperti piano,gitar, drum, saxophone, flute, harmonica, dsb.   Artinya, perubahan itu terus ada dan tidak pernah berhenti.

Perkembangan teknologi melahirkan alat-alat musik elektronik, menghasilkan alat-alat musik imitasi yang sudah menjadi bagian dari masyarakat modern.  Piano elektrik, gitar elektrik, sampai kepada drum elektrik bahkan terakhir adalah alat tiup elektrik pun sudah mulai mendapatkan tempat.

Tidak berhenti sampai disana, perkembangan MIDI (Music Instrument Digital Interface) semakin merevolusi cara kerja para musisi.  Terutama setelah berkembangnya teknologi DSP (Digital Signal Processing) sehingga memampukan suara-suara alat musik analog di digitalkan bahkan bukan hanya itu sekarang sudah mampu di “mass product”-kan melalui teknologi semacat VSTi, dan RTAS.  

***

Sesuai namanya, Virtual Instrument telah hadir di komunitas musisi.  Mungkin konsumena atau penikmat musik tidak menyadarainya tapi hampir semua recording sudah tersentuh alat musik maya ini.  Bahkan film sekelas Lord of the Ring pun musiknya dibuat dengan bantuan virtual instrument.  

Semua sound asli karena menggunakan teknik sampling yang terbaru.  Tapi tidak dimainkan secara natural seperti layaknya alat musik yang asli.  Pemain keyboard/piano dimanjakan dalam hal ini karena mereka kemudian mampu me-“leverage” kemampuan bermain piano untuk memainkan alat musik lainnya.

Fenomena ini sudah menjadi trend sekaligus realitas industri.  Mau atau tidak mau, suka atau tidak suka revolusi software sudah menjamah dunia musik bukan hanya dalam aplikasi untuk recording saja, tapi juga mampu membuat alat musik baru, yaitu alat musik digital.

***

Masyarakat modern semakin posmo sekaligus pragmatis.  Kehadiran teknologi seradikal apapun, asalkan mampu memenuhi kebutuhannya manusia modern terlihat tidak begitu bermasalah dengan itu.  

Realitasnya piano akustik sudah digantikan dengan keyboard, arranger, dan digital piano. Keberadaan piano akustik seakan-akan justru  menjadi pelengkap bukan yang utama.  Alat musik yang lain juga mengalami degradasi yang sama. 

Trend ini memperlihatkan bahwa revolusi software akan terus memimpin masa depan musik. Tetapi, musik itu sendiri tidak akan bergantung dengan teknologi atau alatnya, karena musik lebih tua dari komputer, synthesizer, bahkan dari alat instrumen itu sendiri.  Musik boleh dikatakan sama tuanya dengan eksistensi manusia.  

Atau mungkin boleh dikatakan musik sudah ada sebelum ada manusia, karena musik ada dalam Tuhan sendiri?  Walahualam.  Yang jelas adalah revolusi software sudah hadir, musik tidak pernah memusuhi teknologi, tapi terus berevolusi dengan teknologi.  Selamat datang musik masa depan (future of music)!

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *