Ridho ‘Slank’ Ikut Gabung Jadi Inspirator Relawan di Kelas Inspirasi Solo 2015

 

Compusiciannews.com -Kabar Selebriti- Kelas Inspirasi Solo 2015 kembali digelar tepat hari ini, Kamis (11/06) dan kali ini Kelas Inspirasi Solo mengerahkan 40 Inspirator Relawan yang disebar di 10 SD Negeri di Surakarta dan untuk Inspirator kali ini bisa dikatakan terdepat beberapa public figure, salah satunya adalah Mohammad Ade Ridwan Hafiedz atau yang dikenal dengan nama panggung Ridho ‘Slank.’

Ridho yang merupakan gitaris Slank ini ikut bergabung menjadi salah satu Inspirator Relawan Kelas Inspirasi Solo 2015 dan dalam sesinya dia menceritakan pengalamannya dalam bermusik yang dia akui telah ia miliki sejak dia duduk di bangku SMP. Dan saat dia lulus SMA dan masuk ke perguruan tinggi, dia mengaku tidak bisa menyelesaikan studinya selama 4 tahun karena dia mengambil jurusan yang tidak sesuai yang dia gemari dan akhirnya membuat dia harus hijrah ke Amerika Serikat dan mengambil jurusan musik di Musicians Institute di Hollywood, Amerika Serikat yang akhirnya membuat dia masuk menjadi personel Slank di 1997 hingga sekarang.

Tim Compusician sekali lagi mendapat kesempatan untuk dapat  meawawancara secara ekslusif dan Mas Ridho, panggilan akrab sang gitaris menjelaskan mengenai musik yang berkarakter karena Slank sendiri dikenal dengan musiknya yang masih diingat ciri khasnya oleh kebanyakan orang saat ini dan dia menjelaskan kepada tim Compusician bahwa pada dasarnya menciptakan musik yang berkarakter itu tidak bisa dibuat-buat karena itu mucul dari hati secara spontan dan natural jadi intinya kalau ingin membuat sebuah karya musik yang berkarakter harus dimulai dari hati.

Dan saat ditanya soal trend musik mainstream sekarang, pria kelahiran Ambon,  3 September 1973 ini berkata bahwa trend seperti itu memang tidak bisa dihindari, sama halnya fashion dalam berpakaian atau trend-trend lainnya, cuman jika seorang musisi menciptakan karya musik mainstream, pastinya tidak akan bertahan lama karena yang namanya mainstream pastinya berubah-ubah.

“Buat aku musik itu selera, orang mau suka atau tidak suka musik tertentu itu hak mereka, tapi masalah bukan pada musisinya, jadi lebih ke selera orang saja. Kita musisi tetap sahabatan satu dengan lain, tapi masalah selera kita tetap terbuka.” Jelas Ridho yang saat itu sedang menikmati segelas teh hangat.

“Bagaimanapun musik yang bertahan adalah musik berkarakter dan untuk membuat musik yang bagus dan berkarakter itu berasal dari inspirasi yang keluar secara tiba-tiba, tidak bisa dibuat-buat.” Tegas Ridho yang ditemani oleh Jerry Lolowang disampingnya.

Masa krisis Slank saat itu berada  di awal tahun millennium, tahun  2000 dimana saat itu Ridho dimana rata-rata personel Slank saat itu adalah pemakai narkoba sehingga membuat Ridho memberi sebuah peringatan jika mereka masih memakai barang haram itu, dia mengacam mau keluar dari Slank.

“Saat itu sudah milenium dan mereka masih pakai lalu aku tegesin ke mereka kalau masih pake, aku keluar karena aku gak mau melihat temen-temen gue mati didepan gue.” Kata Ridho

Dan saat ituyang membuat para personel Slank mau berhenti total karena ada tawaran ke Jepang dan kalau sampai mereka ketahuan pecandu, mereka tidak akan bisa pulang dan akhirnya mereka semua memutuskan untuk masuk rehab.

Selama musik mainstream merajai, Ridho mengaku bahwa mereka tetap eksis, dan setiap tahun mereka selalu menghasilkan album dan terakhir sudah ada 20 album yang dihasilkan.

Dan saat ditanyai keikutsertaannya di Kelas Inspirasi dia mengaku bahwa dia suka mengajar dan bergabung di Kelas Inspirasi merupakan pengalaman baru baginya dan berbicara mengenai pendidikan bagi anak, Ridho mengaku dia tetap memprioritaskan pendidikan formal bagi anak apapun interest-nya di segala bidang, pendidikan harus tetap no.1, tujuannya sih lebih ke pengenalan pada perilaku dan bagaimana bersosialisasi dengan sesama.

Harapannya untuk pendidikan Ridho berkata supaya dapat menghasilkan musisi-musisi generasi baru yang berbakat dan untuk industri musik, dia sangat berharap bahwa pembajakan bisa diberantas.

Saat ini Ridho telah memiliki 4 anak, Marco Maliq Hafiedz, Omar Hakeem Hafiedz, dan Stella Aisha Hafiedz hasil pernikahannya dengan istrinya, Ony Serojawati Hafiedz

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *