SMI Music Festival, Suguhan Seni Musik dan Tari Bertemakan Keluarga

 

Compusiciannews.com -Panggung- Sekolah Musik Indonesia (SMI) unit Solo pada tanggal 10-13 Desember 2015 mengadakan acara tahunannya. Jika di tahun-tahun sebelumnya acara ini bernama SMI Grand Concert, untuk tahun ini, acara yang juga bertujuan untuk mempromosikan pendidikan Musik Teknologi ini diberi nama SMI Music Festival dengan tema #WeAreFamily.

Acara yang berlangsung selama 4 hari dan 4 malam di atrium utama Hartono Lifestyle Mall ini menyajikan pertunjukan-pertunjukan musik yang spektakuler. Di hari pertama (10/12), untuk memeriahkan natal, SMI menyuguhkan musik-musik gospel selama seharian penuh, disertai dengan penampilan-penampilan dari band-band gospel, seperti dari Jeremy and the Army, Fire Worshiper, Aband Gospel, GES, dan band gospel dari GKJ Manahan.

Di hari kedua, dalam memperkenalkan  metode pembelajaran programming for kids di Indonesia, SMI dan SPI (Sekolah Programming Indonesia) mengadakan workshop hour of code yang diikuti oleh 29 siswa-siswi dari SCI (School For Children of Indonesia) yang merupakan lembaga pembelajaran homeschool di kota Solo.

Dalam workshop ini, anak-anak diajari konsep dasar pemograman lewat metode dari Hour of Code, sebuah gerakan memperkenalkan konsep pemograman komputer kepada anak usia dini, dimana anak-anak diajari menyusun sebuah balok yang berisi algoritma pemograman dan saat balok itu tersusun rapi sesuai prosedur, akan menghasilkan sebuah program permainan atau game yang menyenangkan.

Selain itu juga ada penampilan dari anak-anak YPAC yang merupakan sebuah lembaga untuk anak-anak dengan keterbatasan, mereka menampilkan musik-musik daerah yang telah diaransemen dengan konsep modern sehingga lagu-lagu yang dikenal dengan Tembang Dolanan ini dapat dinikmati oleh masyarakat umum.

Kemudian juga ada penampilan dari siswa-siswi SMA Warga dimana mereka menamplkan pertunjukan musik dan tari dan kemudian di penghujung acara ada penampilan dari The Lounge, band lokal solo yang menyuguhkan musik jazz pop etnik.

Di hari ketiga SMI Music Festival, acara dimeriahkan dengan tampilnya band Spider G, lokal band Solo yang terdiri dari 3 gadis dengan mengusung genre pop girl phunk. Salah  satu personelnya yang bernama Dear Astrid, drummer bdari band juga merupakan staff pengajar di SMI Solo untuk kelas drum.

Di hari terakhir yang merupakan puncak dari pagelaran SMI Music Festival, ada acara Brandy Show yang menampilkan beberapa penampilan dari murid-murid SMI. Melalui acara Brandy Show ini, SMI ingin menunjukan kepada masyarakat Solo mengenai hasil pembelajaran anak didik selama belajar di SMI. Acara berlangsung begitu meriah dan kemudian ditutup dengan lagu dari Jessie J, “Flashlight”

SMI (Sekolah Musik Indonesia) merupakan lembaga pembelajaran musik non formal yang tidak hanya mengajar teknis bermain musik, namun juga mengajarkan  anak didik seni teknologi dan pembangunan karakter lewat metode pembelajaran 3 in 1 dan melalui SMI ini, seperti visi dari SMI, Rising New Generation of Indonesia, diharapkan SMI dapat melahirkan generasi-genarasi baru penerus bangsa kedepannya. (adv)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *