Sebuah Sejarah, The Rolling Stone Bisa Menggelar Konser Di Kuba.

 

Compusiciannews.com -Panggung- Sudah hampir lima dekade Kuba sangat tertutup dengan berbagai musik asing. Sampai 15 tahun lalu, pemerintah komunis Kuba melarang sebagian besar musik rock dan pop Barat berkumandang di Kuba karena dianggap subversif dan bentuk degradasi moral.

The Rollingstone, sebuah grup band rock asal Inggris ini akhirnya pada Jumat 25 Maret 2016 mengubah sejarah di Kuba. Pada tanggal tersebut The Rollingstone menggelar konser gratis di kompleks olahraga Ciudad Deportiva, Havana, Kuba.

Konser tersebut dipenuhi hampir 1,3 juta penonton yang selama ini menyembunyikan kecintaan mereka kepada The Rollingstone dan grup musik lainnya. Beberapa hari sebelum konser ini digelar, ternyata Presiden Amerika Serikat Barack Obama juga baru saja menyelesaikan kunjungan pertamanya di Kuba. Ini menadi kunjungan pertama presiden Amerika hampir selama 90 tahun terakhir.

Maka dari itu, konser ini dianggap sebagai momen bersejarah, dalam konteks politik dan kebudayaan. Kuba adalah sebuah negara yang berfaham komunis. Tapi kabarnya Kuba sudah berubah secara signifikan terutama dalam 18 bulan terakhir seiring dengan semakin cepatnya proses pendekatan dengan Amerika Serikat, kata Will Grant dari BBC di Havana.

Dalam konser itu, The Rollingstone tampil selama dua jam dan membawakan 18 lagu. Mereka membukanya dengan lagu Jumpin Jack Flash dan menutup penampilan mereka dengan lagu (I Can't Get No) Satisfaction.

Rolling Stones merilis video singkat untuk mengatakan bahwa konser mereka adalah tanda perubahan di Kuba.

“Waktu mengubah segalanya, sehingga kami senang bisa berada di sini,” kata Mick Jagger.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *