Solo Imlek Festival 2017, Wujud Persatuan Kebhinekaan NKRI

 

Compusiciannews.com -Sosial Budaya- Perayaan Tahun Baru Imlek 2568 di Solo seperti pada tahun-taun sebelumnya berlangsung meriah dimana banyak sekali kegiatan yang dilakukan dari seminggu sebelum perayaan hingga setelah perayaan, dimana salah satunya adalah Grebeg Sudiro, sebuah parade akulturasi kebudayaan Tionghoa dengan budaya Jawa lokal yang diadakan pada 22 Januari 2017 lalu dengan menyuguhkan parade kirab budaya dari Barongsai dan ditampilkan bersama parade kebudayaan lainnya dan Gunungan yang berisi kue kranjang, kue  beras ketan yang menjadi khas perayaan imlek yang menggambarkan wujud akulurasi budaya Tiongkok dengan budaya lokal.

Sumartono Hadinoto selaku ketua dari Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS)  dan ketua Tim Panitia Bersama Imlek 2017 memberikan tema perayaan Imlek di kota Solo ini adalah Nusantara Satu, Merajut Kebhinekaan dan Memperkokoh NKRI. Melalui tema ini, Bp. Sumartono mendeklarasikan bahwa Perayaan Imlek Solo tidak hanya milik satu golongan etnis saja namun Perayaan Imlek Solo adalah milik masyarakat Solo secara keseluruhan.

Imlek 2568 dengan sebutan Tahun Ayam Api diwarnai begitu banyak kegiatan dan acara, seperti donor darah, menulis aksara Jawa terpanjang di Solo Paragon Lifestyle Mall, kemudian acara ritual Pao Oen atau semacam ritual yang dilakukan di Klenteng Tien Kok Sie, Pasar Gede pada 24 Januari 2017 lalu hingga acara pergantian tahun yang diadakan pada malam perayaan Imlek tanggal 27 Januari 2017 di Area Pasar Gede dimana kembang api diluncurkan selama 30 menit dan menjadi moment yang ditunggu oleh para pengunjung untuk berswafoto.

Selain itu yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, area swafoto Pasar Gede diperluas hingga area Gladag dengan memasang 5000 lampion yang dinyalakan setiap malam dan akan terpasang hingga nanti perayaan Cap Go Meh. Festival Imlek Solo juga didukung oleh setiap instansi perkantoran, Mall dan Restoran dimana setiap masing-masing instansi memasang atribut Imlek  hingga Bandara Adi Sumarmo Boyolali juga dipasang atribut dan dekorasi Imlek dan juga penampilan Barongsai. Selain  itu juga bersama program Solo Great Sale 2017 dimana setiap unit usaha menawarkan diskon yang menarik, perayaan Solo Imlek Festival semakin meriah dan program Solo Great Sale sendiri ini berlangsung selama bulan Febuari 2017 ini. Program Solo Great Sale ini juga bagian dari event perayaan Hari Jadi Kota Solo yang ke 272 yang dirayakan setiap tanggal 17 Febuari.

Tahun Baru Imlek sendiri adalah sebuah perayaan budaya pergantian musik di Tiongkok yang dikenal dengan perayaan musim semi (Spring Festival) dan musim semi sendiri digambarkan sebagai awal baru atau musim baru karena di musim itulah, etnis Tionghoa di seluruh penjuru bumi percaya bahwa ini merupakan awal baru dalam perjalanan kehidupan mereka

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *