Studi Baru Mengenai Dampak Pandora Pada Penjualan Album

 

CompusicianNews.com –Sains- Sebuah studi dilakukan sebelumnya pada tahun ini oleh Pandora ditemukan bahwa spinnya memiliki dampak positif dalam penjualan musik. Untuk musik baru, rata-rata dampak positifnya 2.1 % meningkat dalam penjualan Track-Equivalent Album (TEA), sebuah metric yang menghitung 10 track sebagai satu album. Untuk katalog lagu, dampak posistif rata-rata pada penjualan TEA ditemukan pada kisaran 2,66%.

Dampak-dampak ini membedakan antara label mayor dan label indie. Untuk musik baru, dampak positifnya 2,82% untuk label mayor dan 0,62% untuk label indie, meskipun kemudian secara statistic tidak siginifikan. Untuk katalog, dampak positifnya 2,36% untul label mayor dan 3,85 % untuk label indie.

Sebuah dampak promosional mengukur  perbedaan dalam penjualan dimana lagu-lagu yang  tersedia bagi pendengar Pandora dan lagu-lagu yang dulunya tidak tersedia. Contohnya, 2 % dampak promosional berarti penjualan TEA lagu 2% lebih tinggi dalam beberapa daerah yang ada dibanding di daerah yang tidak tersedia.

Chris Harrison, wakil presiden hubungan bisnis berkata studi ini menawarkan suatu ukuran empiris pada apa yang awalnya dipercaya hanya melalui anekdot. “Sekarang, melalui studi ini, kita memiliki bukti yang jelas  dari ‘Dampak Pandora,’ dan kontribusi positifnya ke ekonomi musik melebihi pembayaran royalty kami setinggi pembayaran oleh radio.”

Menariknya, studi ini juga telah menemukan dampak promosional bertumbuh saat pemutaran musik meningkat. Dalam pencobaan musik baru dalam hal Pandora melayani penualan 25 kali, terdapat dampak positif 5%. Saat rasio pemutaran/penjualan 150, dampak positif  untuk musik baru sebesar 15%. Dalam kata lain, lebih banyak orang yang mendengarkan lagu, banyak album yang dibeli.

Peneliti Pandora juga memberikan dolar atau sen pada aspek promosional dari layanan dengan menambah ratio royalty nilai penjualan musik yang dihasilkan dari dampak promosional. Dengan menggunakan pendekatan ini, para peneliti menaruh nilai musik baru pada kisaran 0,265 sen per stream, 104% lebih tinggi dibanding royalty standar dari 0,13 sen nilai musik katalog pada 0,135 sen, 4% lebih tinggi dibanding standar royalty.

Studi ini dipimpin oleh 2 anggota tim sains Pandora, Stephen McBride, yang memengang jabatan PhD dari jurusan Ekonomi, Standford University dan Oliver Bembom yang memiliki gelar PhD dalam statistic, U.C. Barkeley. Juru bicara Pandora berkata kepada Billboard, anggota tim riset memiliki gelar PhD dalam hal teknisnya dan “Pengalaman menganalisis data substansial.” Dia menambahkan bahwa para peneliti akan mempersiapkan studi mengenai yang akan diberikan ke jurnal akademis terkemukauntuk review yang lebih tajam dan publikasi berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *